Kapolri Tito Karnavian Tamu Keenam yang Dipanggil Jokowi

"Saya pengamananlah. (Tidak pakai baju putih?) Saya kan polisi. (Kapan dipanggil?) Barusan. Saya pikir ini berhubungan dengan situasi kamtibnas pasca-pelantikan," kata Tito Karnavian.

BERITA | NASIONAL

Senin, 21 Okt 2019 12:34 WIB

Author

Dian Kurniati

Kapolri Tito Karnavian Tamu Keenam yang Dipanggil Jokowi

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melambaikan tangan saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memanggil Kapolri Tito Karnavian, di tengah pertemuannya dengan sejumlah kandidat menteri Kabinet Kerja jilid II di Istana Merdeka, Senin (21/10/2019). 

Tito tidak menjawab saat ditanya wartawan tentang peluang posisinya masuk dalam kabinet pemerintahan periode 2019-2024. Ia justru menjelaskan, kedatangannya ke istana untuk membahas pengamanan pasca-pelantikan presiden dan wakil presiden, kemarin.

"Saya pengamananlah. (Tidak pakai baju putih?) Saya kan polisi. (Kapan dipanggil?) Barusan. Saya pikir ini berhubungan dengan situasi kamtibnas pasca-pelantikan," kata Tito Karnavian.

Tito mengklaim, proses pelantikan presiden dan wakil presiden telah selesai dengan lancar. Ia mengklaim, kerja sama Polri dan TNI berjalan dengan sangat baik.

Ia juga kembali menyatakan, siap menjaga proses pelantikan menteri-menteri yang masuk dalam kabinet periode 2019-2024. Menurut Tito, Polri akan bekerja maksimal untuk menjaga semua proses yang dilaksanakan pemerintahan, termasuk dalam urursannya dengan kabinet.

Kapolri Tito Karnavian menjadi tamu keenam Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta hari ini, setelah bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, pendiri aplikasi GoJek Nadiem Makariem, bekas ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, dan pimpinan Netmediatama Wishnutama. Tito tiba sekira pukul 12.00 wib, dan mengenakan seragam kepolisian. Sedangkan tamu lainnya, mengenakan kemeja putih.

Tawaran Jadi Calon Menteri Urusan Kreatif

Sementara itu, salah seorang yang dipanggil Presiden Joko Widodo yaitu Wishnutama mengatakan, dirinya ditawarkan menjadi menteri untuk mengurusi kemampuan kreativitas di Indonesia.

"Sesuai bidang dan kemampuan saya. Yaitu, untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, meningkatkan devisa negara, meskipun saya belum pernah berada dalam pemerintahan, tapi untuk semua kebaikan bangsa kita, saya bersedia (jadi menteri). Berbicara misalnya, bagaimana bangsa kita mampu bersaing di dunia internasional, termasuk juga menggelar event menarik, berdaya saing internasional. Nantilah jelasnya, akan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo," ujar Wishnutama usai keluar dari istana sekira pukul 12.40 wib kepada wartawan termasuk jurnalis KBR, Dian Kurniati

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12