Kak Seto Gagas Polisi Ramah Anak

"Kita harapkan para polisi yang terus ramah anak, sahabat anak sehingga dalam melakukan tindakan-tindakan pada anak boleh tegas tapi jangan ada unsur kekerasan," ujar Kak Seto.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 25 Okt 2019 13:12 WIB

Author

Resky Novianto

Kak Seto Gagas Polisi Ramah Anak

Seto Mulyadi (kiri) saat mendapat penghargaan atas Rekor Pemrakarsa, Pendiri dan Pengembang Homescholling Pertama di Indonesia, pada 17/9/2019. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, saat ini lembaganya tengah mempersiapkan kesepakatan bersama Kapolri, tentang penanganan Polisi Ramah Anak. 

Seto mengungkapkan, dalam kesepakatan itu, nantinya polisi diharapkan bisa bersikap ramah saat berhadapan dengan semua anak. Menurutnya, ketegasan pihak kepolisian kepada anak harus dikendalikan sewajarnya saja, dan jangan sampai menimbulkan unsur kekerasan fisik maupun verbal.

"Kami akan terus memantau ya, artinya kami bekerja sama. Kami juga sedang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kapolri dan ini kita harapkan para polisi yang terus ramah anak, sahabat anak sehingga dalam melakukan tindakan-tindakan pada anak boleh tegas tapi jangan ada unsur kekerasan. Bisa bekerja sama sampai tingkat yang paling bawah dari Polsek sampai Pos Polisi, bahkan juga diminta untuk melapor kalau ada kasus di Polsek atau Polres yang tidak beres," ucap Seto Mulyadi di kantor Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Gedung Aneka Bhakti lantai 3, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Kak Seto - sapaan akrabnya - mengatakan, nantinya kesepakatan bersama akan menjadi tolok ukur koordinasi antar tingkatan di kepolisian. "Penanganan kasus di tingkat sektor, resor, kota, hingga daerah, musti tersinkronisasi dengan Mabes Polri," ujarnya. 

Dilanjutkan Seto, kesepakatan antara LPAI dengan Kapolri itu nantinya diharapkan dapat meminimalisir, bahkan menghilangkan adanya penyimpangan aparat kepolisian dari level atas hingga bawah, terkait kekerasan terhadap anak.

"Misalnya, bisa langsung koordinasi dengan Mabes Polri jadi sekadar untuk menjaga kewibawaan kepolisian, bahwa sampai aparat yang paling bawah tidak ada penyimpangan, tidak ada yang melakukan kekerasan," pungkas psikolog anak itu.

Editor: Fadli Gaper

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13