Hidayat Nur Wahid: PKS Tidak Sendirian di Luar Pemerintahan

"Percaya PKS tidak akan sendirian dan ternyata terbukti kan ada kawan-kawan, tidak ada unsur dari PAN dan Demokrat dalam kabinet," ujar Hidayat Nur Wahid.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Okt 2019 13:05 WIB

Author

Resky Novianto

Hidayat Nur Wahid: PKS Tidak Sendirian di Luar Pemerintahan

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid. (Foto: www.mpr.go.id)

KBR, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid kembali menegaskan, partainya akan tetap menjadi oposisi pemerintah selama lima tahun ke depan. 

Hidayat mengatakan, PKS tidak sendiri berada diluar pemerintahan, karena ternyata memang tidak ada kader Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga tidak masuk dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Menurut Hidayat lagi, posisi PKS diluar pemerintahan sama baiknya dengan didalam pemerintahan, karena hal itu merupakan salah satu cara dalam menyelamatkan kehidupan berdemokrasi.

"Percaya PKS tidak akan sendirian, dan ternyata terbukti kan ada kawan-kawan lainnya juga, dimana didalam kabinet tidak ada unsur dari PAN dan Demokrat. Jadi pada hakikatnya menurut kami, memang demokrasi itu ada yang didalam kabinet dan diluar kabinet, semuanya yang penting adalah jangan ada dikotomi, seolah didalam kabinet membangun diluar kabinet tidak membangun. Di mana pun kita berada, kita bangun bangsa melalui fungsi dan kewenangan yang kita miliki. Di DPR pun juga begitu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk kepentingan bangsa dan negara, termasuk untuk menyelamatkan demokrasi," tutur Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Wakil Ketua MPR RI Periode 2019-2024 itu menambahkan, Keputusan Presiden Joko Widodo dalam menyusun kabinetnya sudah final. Kata Hidayat, PKS sedari awal telah berkomitmen berada diluar pemerintahan, dan akan mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam lima tahun kedepan secara maksimal. Ia pun berharap, DPR bisa mengawasi kinerja menteri di Kabinet Indonesia Maju dengan maksimal.

"Kalau misanya PKS masuk dalam kabinet kemudian umat kecewa, mereka akan tidak percaya lagi pada demokrasi. Kalau umat tak percaya lagi demokrasi, pilihannya apa, akan terjadi anarki dan itu pasti tidak kita inginkan. Jadi sudahlah keputusan sudah diambil dan masing-masing akan membuat penyikapan lebih lanjut, saya berharap kedepan ini adalah kabinet kerja maksimal agar kami di DPR dapat mengawal secara maksimal," urai Hidayat.

Hidayat menambahkan, partainya tidak kecewa dengan keputusan Partai Gerindra yang memilih bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. Ia pun menegaskan, PKS dan Gerindra independen, dan memilki pilihan politik masing-masing.

"Sekali lagi Gerindra bukanlah bawahan PKS, dan PKS bukan bawahan Gerindra, masing-masing adalah independen, masing masing menghormati, kami menghormati keputusan Pak Pabowo Subianto yang akhirnya bergabung dan akhirnya PKS berada diluar kabinet, baik didalam atau diluar kita bangun Indonesia," jelas Hidayat lagi.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak