Ganjar Titip Penguatan Reformasi Birokrasi, Khofifah Minta Sinergi Pemerataan Pembangunan

Keputusan pemerintah pusat, mestinya dilakukan selaras dan seragam di seluruh daerah, agar perubahan dirasakan rakyat Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Okt 2019 16:30 WIB

Author

Resky Novianto

Ganjar Titip Penguatan Reformasi Birokrasi, Khofifah Minta Sinergi Pemerataan Pembangunan

Presiden Joko Widodo saat upacara pelantikan presiden dan Wakil Presiden di kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta-  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menitipkan pesan, pentingnya soal penguatan reformasi birokrasi kepada Presiden dan Wakil Presiden yang dilantik, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Menurut Ganjar, pemerintah daerah selalu siap bersinergi dengan kementerian serta lembaga, untuk memperkuat reformasi birokrasi di Indonesia.

Ganjar menyebut, keputusan pemerintah pusat, mestinya dilakukan selaras dan seragam di seluruh daerah, agar perubahan dirasakan rakyat Indonesia.

"Hari ini reformasi total seluruh perizinan, hari ini membangun integritas secara bersama-sama dan seluruh praktik, baik yang sudah dimilki di kementerian lembaga dan daerah, ambil menjadi keputusan pusat untuk kita terapkan secara nasional dan seragam dan itu mestinya dibatasi dengan waktu-waktu yang cukup pendek, sehingga semua harus mengikuti seluruh derap langkah dan kita kelihatan betul bahwa perubahan itu akan dirasakan publik bersama-sama," ucap Ganjar Pranowo ditemui disela pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Gubernur Jawa Tengah dua periode ini juga mengatakan, tantangan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan tidak akan mudah.

Ganjar berharap kedua pemimpin itu bisa menjalankan roda pemerintahan secara baik dan responsif. Ia yakin, pemerintahan lima tahun ke depan berakselarasi secara seimbang, seiring dengan bersatunya seluruh elemen dan komponen bangsa.

"Pak Jokowi dan Pak Kyai Maruf Amin tampaknya akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, oleh karena itu, maka hari ini saatnya kita bersatu saatnya kita mendukung bersama di periode yang kedua, supaya semua terjadi pemerintahan berjalan baik dan responsif," katanya.

Kalau saya tugas saya sebagai Gubernur memperkuat posisi itu dari daerah, sehingga yang menjadi keputusan politik, ini bisnisnya mesti cepat, semua bisnis dilaksanakan, pencegahan korupsi mesti berjalan di daerah, kemudian reformasi mesti dilaksanakan, saya rasa kami ini di daerah yang melaksanakan itu supaya kondusif, tambah Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, untuk terus mensinergikan pemerataan di segala bidang, dari Sabang hingga Merauke.

"Sinergitas di antara seluruh elemen strategis bangsa, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote, itu semua bisa bersinergi bersatu padu bagaimana keunggulan dan kemajuan bangsa bisa kita wujudkan bersama," katanya di lokasi yang sama.

Menurut Khofifah, pemerataan sosial, harus menjadi salah satu fokus dari program kerja pemerintah di periode kedua ini.

"Saya rasa dari informasi di APBN kemarin ya, kementerian sosial mendapat penguatan anggaran yang luar biasa artinya, bahwa khusus untuk memberikan kesejahteraan untuk masyarakat miskin dan terutama adalah program PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang pada APBN tahun yang akan datang mendapat bantuan yang cukup signifikan. Mudah-mudahan ini akan menjadi bagian penting bagaimana pemerataan kesejahteraan akan lebih terbangun," ucap Khofifah.

Ia mengakui, ketimpangan antara kota dan daerah seringkali muncul, termasuk ketimpangan infrastruktur antara Jawa dan luar Jawa.

"Tapi kalau kita misalnya bottom up proses dari yang bawah bisa ditingkatkan secara signifikan, belanja-belanja konsumsi juga diperkuat dari bantuan-bantuan sosial mudah-mudahan struktur pondasi ekonomi kita juga akan makin menguat," jelas Khofifah.

Mantan Menteri Sosial era Joko Widodo-Jusuf Kalla ini yakin Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, bisa mengemban amanah secara baik untuk lima tahun ke depan.

"Pak Kyai Ma'ruf memiliki komitmen dan kekuatan pemikiran yang luar biasa bagaimana arus baru ekonomi Indonesia.  Beliau memberikan penguatan terhadap ekonomi syariah dan obligasi syariah, di mana bagi Indonesia itu menjadi bagian penting untuk kita dorong bersama," pungkas Khofifah Indar Parawangsa.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik