DPR Belum Bisa Fit Proper Calon Kapolri Idham Aziz

DPR tidak bisa menargetkan kapan uji kepatutan dan kelayakan Idham digelar Komisi DPR bidang hukum.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Okt 2019 19:48 WIB

Author

Heru Haetami

DPR Belum Bisa Fit Proper Calon Kapolri Idham Aziz

Ilustrasi. (Foto: humas.polri.go.id/Domain Publik)

KBR, Jakarta - Pimpinan DPR mengklaim sudah menerima Surat Presiden (Surpres) tentang pencalonan Idham Aziz sebagai kepala kepolisian RI (Kapolri) menggantikan Tito Karnavian.

Namun, DPR belum dapat memastikan kapan proses uji kelayakan dan kepatutan Idham digelar. Alasannya, Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk.

Wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan komposisi daftar nama pengisi AKD saat ini sudah ditentukan masing-masing fraksi, namun belum dimasukan. Dasco beralasan, daftar yang sudah ditetapkan itu mesti persetujuan masing-masing pimpinan AKD.

“Surat Presiden sudah diterima dan kemungkinan dalam waktu dekat akan dibahas dalam rapat pimpinan. Apabila komisi sudah terbentuk, dalam hal ini Komisi 3, dan ditetapkan pimpinan dan anggotanya, maka sesuai limit waktu yang ada maka akan segera diadakan fit and proper test,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Baca juga:


Wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR tidak bisa menargetkan kapan uji kepatutan dan kelayakan Idham digelar Komisi DPR bidang hukum. Dasco menyerahkan kepada pimpinan komisi hukum dan Wakil Ketua DPR koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM.

Selain itu, Dasco menegaskan calon pengganti Tito Karnavian yang diajukan Presiden Jokowi adalah calon tunggal, yaitu Idham Aziz.

“AKD sudah, tapi nama-namanya belum dimasukan. Nama-nama itu setelah dimasukkan harus ditetapkan oleh pimpinan. Pimpinannya kemudian berkoordinasi untuk menetapkan masing-masing komisi,” kata Dasco.

Rabu (23/10/2019) kemarin, Jokowi melantik 34 menteri pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Kabinet terdiri dari empat menteri koordinator dan 30 menteri teknis.

Jokowi menunjuk Kapolri Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri, menggantikan politikus PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo. Dengan penunjukan itu, maka jabatan kapolri lowong. Presiden menunjuk Wakil Kapolri Ari Dono Sukmanto sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kapolri.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12