Demokrat Siap Masuk Kabinet Jokowi

"Yang namanya hak prerogatif Presiden itu kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden. Kita tinggal menunggu siapa yang akan dipilih membantu beliau dan di Kementerian apa."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Okt 2019 14:36 WIB

Author

Resky Novianto, Dian Kurniati

Demokrat Siap Masuk Kabinet Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: dpr.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan partainya siap apabila diminta Presiden Jokowi menyiapkan kader untuk mengisi posisi di Kabinet Indonesia Kerja jilid II.

Syarief mengatakan partainya telah berpengalaman selama 10 tahun di pemerintahan.

"Partai Demokrat itu kan sudah pengalaman di pemerintahan, 10 tahun memerintah sehingga kader-kadernya juga paham apa yang diinginkan oleh rakyat. Jadi kader-kader Partai Demokrat sengat tahu pasti apa yang diinginkan rakyat. Kalau pada saatnya nanti diminta oleh Pak Presiden dan Wakil Presiden, ini kan paket, tentunya Partai Demokrat siap," kata Syarief Hasan di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan meski siap masuk kabinet, namun seluruh keputusan tetap berada di tangan Presiden Joko Widodo.

Syarief mengatakan, pemilihan pembantu Presiden di kabinet merupakan hak prerogatif Kepala Negara. Ia menyebut, Partai Demokrat sangat menghargai apapun keputusan Presiden di dalam susunan kabinetnya.

"Yang namanya hak prerogatif Presiden itu kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden. Kita tinggal menunggu siapa yang akan dipilih membantu beliau dan di Kementerian apa. Ini kita serahkan kepada Beliau. Partai Demokrat tetap berprinsip pada hak prerogatif Presiden," ujar Syarief.

Minta nasihat

Pada September lalu, Presiden Joko Widodo menggundang cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii ke Istana. Jokowi meminta nasihat Buya Syafii soal penyusunan kabinet pada periode kedua pemerintahannya.

Kepada Jokowi, Syafii berpesan agar memilih menteri yang berkualitas, yakni memiliki kompetensi, setia, dan tak akan membikin pemerintahan kacau.

Menurut Syafii, Jokowi harus memilih tokoh terbaik sebagai menteri, agar bisa bekerja profesional dalam pemerintahannya.

"Presiden tentu tahu seperti apa. Jadi ada persoalan integritas, kompetensi, profesionalisme. Boleh dari partai, enggak apa-apa. Tapi yang setia kepada presiden. Jangan yang bikin kacau," kata Syafii di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/09/2019).

Syafii tak mempermasalahkan jika ada menteri dari partai politik. Menurutnya, partai politik juga mungkin punya tokoh profesional yang layak menjadi menteri.

Namun, ia mengingatkan Jokowi selektif memilih, agar tak mengangkat menteri yang suka menyebabkan keributan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi