Buron di Indonesia, Veronica Koman Dapat Penghargaan HAM di Australia

“Saya persembahkan penghargaan ini untuk para korban kerusuhan sejak akhir Agustus 2019 di Papua Barat," kata Veronica.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Okt 2019 19:11 WIB

Author

Adi Ahdiat

Buron di Indonesia, Veronica Koman Dapat Penghargaan HAM di Australia

Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo (kiri) dan Veronica Koman (kanan) di Sidang Dewan HAM PBB, Jenewa, Maret 2019. (Facebook/Veronica Koman)

KBR, Jakarta - Australian Council For International Development (ACFID) menganugerahkan penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights Award kepada Veronica Koman, Rabu (23/10/2019).

Sir Ronald Wilson Human Rights Award adalah penghargaan tahunan yang diberikan ACFID kepada individu atau organisasi yang berkontribusi dalam penegakan HAM di seluruh dunia.

"Penghargaan tahun ini dipersembahkan untuk kerja keras Veronica Koman dalam memberi pembelaan hukum untuk orang Papua Barat, menyelidiki dan mendokumentasikan kasus-kasus, serta berbagi informasi tentang pelanggaran HAM di wilayah tersebut (Papua)," kata ACFID dalam situs resminya, Rabu (23/10/2019).

"Penghargaan ini menghormati keberanian yang telah dia tunjukkan untuk terus membela hak orang Papua Barat, dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, meskipun ada pelecehan dan intimidasi," lanjut ACFID.

Veronica Koman adalah pengacara HAM yang aktif bersuara soal isu Papua. Sejak September 2019 Veronica dijadikan tersangka oleh Polri, dengan tuduhan menyebarkan hoaks di media sosial terkait isu rasisme Papua.


ACFID Minta Status Tersangka Veronica Dicabut

Berlawanan dengan pemerintah Indonesia, ACFID justru mendesak agar Veronica dibebaskan dari status tersangka.

"ACFID mendukung permintaan Komisioner Tinggi HAM PBB agar Indonesia melepaskan semua tuduhan terhadap Veronica Koman, untuk melindungi hak-haknya dan semua orang lain yang melaporkan kasus terkait Papua Barat," tegas ACFID di situs resminya.

CEO ACFID Marc Purcell juga menyampaikan alasannya mendukung Veronica.

“Veronica menyoroti kasus pelanggaran HAM orang Papua Barat dengan biaya pribadi yang besar. Meski diancam dan intimidasi, ia menunjukkan keyakinan dan tekad untuk terus menyuarakan krisis di Papua Barat,” kata Purcell di situs resminya.

ACFID mengaku telah memberi penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights kepada Veronica melalui perwakilannya di Sidney, Australia, pada Rabu (23/10/2019).

Menurut ACFID, Veronica pun menitipkan kata sambutan untuk penghargaan tersebut.

“Saya persembahkan penghargaan ini untuk para korban kerusuhan sejak akhir Agustus 2019 di Papua Barat. Khususnya belasan orang yang tewas di tangan pasukan keamanan, dan 22 tahanan politik yang dituduh makar," kata perwakilan Veronica, seperti dilansir situs resmi ACFID, Rabu (23/10/2019).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13