Begini Puja-Puji Kapolri untuk Jusuf Kalla

Polri menyatakan sosok Jusuf Kalla sebagai pemimpin yang mengayomi, terutama saat kepolisian menangani konflik di Poso, Sulawesi Tengah.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 18 Okt 2019 13:11 WIB

Author

Fadli Gaper

Begini Puja-Puji Kapolri untuk Jusuf Kalla

Jusuf Kalla, Wakil Presiden periode 2004-2009, dan 2014-2019. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia menyatakan, Jusuf Kalla (JK) merupakan sosok yang profesional dan sangat tepat menjadi suri tauladan positif. 

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, JK adalah profil pengusaha sukses yang berasal dari lokal kemudian sukses pengusaha berlevel internasional. JK juga sangat tangguh dan tegas dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai birokrat serta politisi.

"Beliau adalah seorang politisi. Politisi yang enggak main-main, karena menjadi salah satu ketua partai terbesar, Golongan Karya (Golkar) saat itu. Sampai saat ini, beliau adalah tokoh senior di Golkar. Politisi yang sangat matang, birokrat yang sangat matang, Beliau pernah menjadi kepala Bulog, menteri koordinator," ujar Kapolri Tito Karnavian dalam acara "Pengantar Purna Tugas Wakil Presiden Jusuf Kalla", di Gedung PTIK Jakarta, Jumat (18/10/2019)   

Kapolri juga mengapresiasi JK sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, JK juga mampu diterima semua kalangan, baik pihak yang "lembut" maupun "garis keras" untuk berdiskusi mencari solusi permasalahan.

Pengayom Penanganan Konflik Poso

Masih di acara yang sama, Kapolri Tito Karnavian juga menyebut sosok Jusuf Kalla sebagai pemimpin yang teramat sangat mengayomi. Terutama hal itu dirasakan benar oleh kapolri saat menangani konflik di Poso, Sulawesi Tengah. 

Tito mengungkapkan, saat insiden konflik Poso yang mengakibatkan korban meninggal sedikitnya 16 warga masyakarat dan satu anggota Polri itu, Polri sempat banyak menerima tudingan bersalah dalam pelaksanakan penanganan konflik.

"Ketika itu, kita menghadap kepada beberapa petinggi, jawabannya rata-rata (Polri - red) disalahkan. Tapi ketika menghadap bapak (Jusuf Kalla - red), pertanyaannya singkat: 'Apakah yang meninggal bawa senjata?' (Kapolri jawab) 'Ya'. Jawaban bapak juga singkat, 'Kalian sudah benar, tidak boleh ada yang punya senjata selain (personel) TNI dan Polri. Saya mem-backup kalian," ujar Kapolri Tito Karnavian menirukan jawaban JK ketika itu.

Tito juga menyebut, JK mampu menciptakan pelaksanaan dialog bersama dengan tokoh-tokoh di Poso, untuk meredamkan situasi konflik yang saat itu justru tengah memanas. 

Setelah dialog dilaksanakan, ujar Tito, situasi Poso kembali berangsur pulih, aman dan konflik berdarah pun berakhir. Bahkan tidak hanya itu, JK juga membangun Pondok Pesantren di Poso pesisir, untuk membuat suasana ketegangan antarwarga dapat semakin lebih mereda.

Dalam acara "Pengantar Purna Tugas Wakil Presiden Jusuf Kalla" di Gedung PTIK Jakarta itu, Kapolri Tito Karnavian sempat memberikan penghargaan berupa sebilah Pedang Pora Kepolisian dan sebuah lukisan kepada JK.

JK akan melepas jabatan Wakil Presiden periode 2014-2019, pada Sabtu (19/10/2019). Atau, sehari sebelum jabatannya sebagai Wakil Presiden dilanjutkan oleh Ma'ruf Amin.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak