Share This

WHO: Wabah Kolera Cepat Menyebar di Yaman Tembus 10 Ribu Kasus per Minggu

WHO mengatakan 16 persen kasus kolera Yaman berada di Hodeidah di mana hanya setengah dari fasilitas kesehatan yang beroperasi.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 03 Okt 2018 16:33 WIB

Ilustrasi: Sekitar 1,8 juta anak-anak Yaman mengalami kekurangan gizi, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit, ujar UNICEF (AP)

KBR - Wabah kolera di Yaman kian menghawatirkan lantaran penyebarannya cepat meluas. Peristiwa ini menjadi kejadian terburuk di dunia karena telah menyerang sekitar 10.000 kasus yang dilaporkan dalam setiap pekan.

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan terjadi peningkatan dua kali lipat dari tingkat rata-rata sepanjang delapan bulan terakhir tahun ini. Ditemukan ada 154.527 penderita kolera yang dapat dengan cepat membunuh anak-anak, jika tidak segera diobati. Saat ini sudah dilaporkan ada 196 penderita yang meninggal.

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan ada 185.160 laporan kasus kolera pada September. Kondisi sekitar 1,8 juta anak-anak Yaman yang mengalami kekurangan gizi, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit.

UNICEF mengatakan, hampir 400.000 anak hidup dengan risiko menderita kekurangan gizi akut yang parah. Sejak epidemi kolera Yaman meletus pada April 2017 ada total 1,2 juta kasus yang diduga telah dilaporkan dengan 2.515 kematian. Jasarevic mengatakan pada sebuah jumpa pers bahwa anak-anak rentan menderita akibat 30 persen terserang infeksi.

"Kami telah melihat jumlah kasus kolera meningkat di Yaman sejak Juni. Peningkatan ini bahkan lebih tinggi dalam tiga minggu terakhir," ungkap Jasarevic.

Pada minggu pertama September, hampir 11.500 kasus yang dilaporkan. Angka tersebut naik dari sebelunnya sebanyak 9.425 kasus. Badan amal Save the Children menyebut serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi pada akhir Juli telah merusak fasilitas sanitasi dan stasiun penyuplai air.

"Setelah kejadian ini, penderita kasus kolera hampir dua kali lipat antara Juli (732) dan Agustus (1.342) di pusat kesehatan yang didukung Save the Children," katanya.

WHO menyatakan 16 persen kasus kolera Yaman berada di Hodeidah--di mana hanya setengah dari fasilitas kesehatan yang beroperasi. Jika penderita mengalami diare akut maka bisa diobati dengan garam hidrasi oral. Akan tetapi jika kasus lebih parah, perlu ada cairan intravena dan antibiotik.

Bagian WHO yang mengelola vaksinasi, menargetkan 540.000 orang di tiga distrik rentan di Hodeidah dan Ibb governorates. Pada putaran pertama, 387.000 orang atau 72 persen dari jumlah total target jadi sasaran penerima dosis awal. Jasarevic menambahkan organisasi itu ingin memperpanjang program ke bagian lain Yaman.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.