Share This

Sri Mulyani Kaji Konsep Dana Talangan Penanganan Bencana

Pemerintah mengkaji konsep pengumpulan dana atau pooling fund yang bisa dialokasikan khusus untuk anggaran penanggulangan bencana.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 02 Okt 2018 23:41 WIB

Sri Mulyani Kaji Konsep Dana Talangan Penanganan Bencana

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Wamenkeu Mardiasmo (kanan) saat konferensi pers mengenai APBN Kinerja dan Fakta di Jakarta, Jumat (21/9). (Foto: ANTARA/ Rivan A)

KBR, Jakarta - Pemerintah mengkaji konsep pengumpulan dana atau pooling fund yang bisa dialokasikan khusus untuk anggaran penanggulangan bencana. Sehingga nantinya, dana tersebut bisa langsung digunakan pemerintah daerah untuk program pemulihan pascabencana.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, anggaran ini tidak berasal dari kantong dana desa maupun transfer daerah. Menurutnya, konsep tersebut diyakini mampu mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus juga tak terlalu membebani keuangan negara.

Sri Mulyani ingin pooling fund untuk penanganan bencana bisa dimulai tahun depan.

"Kami sedang memikirkan mekanisme adanya pooling fund, selain dana cadangan kedaruratan yang kita pegang di Kementerian Keuangan, mungkin kita akan mulai create suatu pooling fund, di mana pemerintah-pemerintah daerah dengan anggaran dari pemerintah pusat dulu, akan dibuat suatu pooling fund atau uang yang dikumpulkan, di mana tata kelola dari uang itu akan menyangkut kepada masalah bencana," jelas Sri Mulyani di kantor presiden, Selasa (2/10/2018).

Sri Mulyani mengunkapkan, konsep pooling fund sudah diterapkan Meksiko dan Karibia. Nantinya, pooling fund atau pengumpulan dana akan dilakukan pemerintah pusat lewat alokasi di APBN, tetapi bisa dimanfaatkan langsung oleh pemerintah daerah yang mengalami bencana.

Pada tahap awal, daerah yang menikmati manfaat pooling fund sama sekali tak dikenai biaya. Namun setelahnya, pemerintah daerah harus menanggung biaya premi yang dibayarkan pada Kementerian Keuangan. Menurut Sri, alokasi pooling fund bisa dimulai dengan nilai yang kecil lebih dulu, dan bisa diperbesar setiap tahunnya.

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.