Share This

Pemerintah Klaim Kebutuhan Listrik dan BBM di Palu Mulai Terpenuhi

"Saya laporkan perkembangannya bagus, dari 17 SBPU, 10 SBPU sudah aktif, listrik semakin baik karena genset juga sudah datang," ujar Sekjen Kemeterian ESDM, Ego Syahrial.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 03 Okt 2018 14:42 WIB

Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/18). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

KBR, Jakarta - Pemerintah mengklaim kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik di beberapa wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, mulai terpenuhi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mengatakan, beberapa mobil tangki PT Pertamina mulai tiba di Palu dan Kabupaten Donggala. Adapun soal pasokan listrik, menurutnya PLN telah mengirimkan beberapa genset berkapasitas 0,5 megawatt untuk wilayah terdampak bencana.

"Kalau kami dari ESDM kan kami menggerakkan stakeholders kami, Pertamina dan PLN, untuk memastikan listrik dan BBM terpenuhi. Saya laporkan perkembangannya bagus, dari 17 SBPU, 10 SBPU sudah aktif, listrik semakin karena genset juga sudah datang," kata Ego di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (3/10/2018). 

"Jadi secara umum, semua semakin membaik," tambahnya.

Ego mengatakan, koordinasi dengan PLN dan Pertamina berjalan baik, sehingga listrik dan BBM bisa segera tiba di Palu dan Donggala. Menurutnya, antrean pembeli BBM di berbagai SPBU pun mulai hilang.

Ia juga memastikan, pasokan listrik dan BBM akan terus didatangkan. Termasuk, ke daerah lain yang ikut terdampak, seperti Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Meski begitu, ia belum bisa memastikan volume BBM yang telah dikirim ke Palu dan sekitarnya.

Sejak Senin (1/10/2018), Pertamina mulai mendistribusikan 16.000 liter BBM ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala. BBM didatangkan dari Tarakan, Toli-toli, dan Poso. Mengenai penyaluran, Pertamina juga mengerahkan tujuh mobil dispenser BBM, yang akan mendatangi masyarakat agar antrean tak menumpuk di SPBU.

Baca juga:

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.