Jokowi Sebut GBK 80 Persen Ramah Disabilitas

"Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel, terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan, baik untuk toiletnya, baik musalanya, baik trotoarnya, "

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 16 Okt 2018 10:37 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Sebut GBK 80 Persen Ramah Disabilitas

Ilustrasi: Penyandang kursi roda kesulitan menuruni tangga Stadion Utama Gelora Bung Karno. (Foto: KBR/Rony S.)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengklaim fasilitas di kompleks Gelora Bung Karno telah ramah disabilitas. Hal itu Jokowi katakan usai meninjau kompleks GBK bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Jokowi memperkirakan, 80 persen fasilitas umum di GBK, seperti toilet, trotoar, dan musala telah ramah disabilitas. Meski begitu, Jokowi menjanjikan akan ada beberapa perbaikan lagi di GBK agar semakin nyaman untuk penyandang disabilitas.

"Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel, terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan, baik untuk toiletnya, baik musalanya, baik trotoarnya, baik fasilitas untuk menuju ke penonton, saya kira 80 persen sudah baik," kata Jokowi di kompleks GBK, Selasa (16/10/2018).

Jokowi mengatakan, ia akan meminta  kritik dan saran soal perbaikan fasilitas di area olah raga, dari para disabilitas. Menurutnya, beberapa perbaikan yang harus dilakukan misalnya mengganti pintu, seperti pada toilet, dari dorong menjadi geser. Setelah perbaikannya sempurna, Jokowi juga berencana mengajak para disabilitas melihat langsung area olah raga tersebut.

Ia mengklaim, pemerintah akan terus memperbaiki semua fasilitas olah raga di semua daerah agar ramah disabilitas. Misalnya di DKI Jakarta, kata Jokowi, ia telah mengantongi komitmen Anies untuk memperbaiki semua fasilitas olah raga tersebut. Ia berkata, penyempurnaan fasilitas agar ramah disabilitas juga akan dikebut di daerah lainnya.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.