Share This

Hubungan Donald Trump dan Kim Jong Un Makin "Mesra"

Pujian-pujian yang akhir-akhir ini kerap dilontarkan Trump kepada Kim Jong Un adalah upaya mengakhiri program nuklir Pyongyang.

INTERNASIONAL

Senin, 01 Okt 2018 15:01 WIB

Yogi Ernes
Author

Yogi Ernes

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah konferensi pers di sela sidang Majelis Umum PBB ke 73 di New York, Amerika Serikat, Rabu (26/9). (Foto: ANTARA/REUTERS/Carlos Barria)

KBR - Setelah pertemuan di Singapura awal tahun ini, hubungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un disebut memasuki arah yang lebih positif. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Donald Trump kepada para pendukungnya di West Virginia, Sabtu (29/9/2018) waktu setempat.

Dalam pidatonya Trump menyampaikan bila dirinya dan Kim Jong Un saling "jatuh cinta''.

"Ia (Kim Jong Un)  menuliskan surat yang indah kepada saya. Surat yang bagus, dan kami saling jatuh cinta." kata Trump dikutip dari Time, Minggu (30/9/2018).

Tentu ungkapan soal Trump dan pemimpin Korea Utara saling jatuh cinta itu tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Pujian-pujian yang akhir-akhir ini kerap dilontarkan Trump kepada Kim Jong Un adalah upaya untuk mengakhiri program nuklir Pyongyang.

Usaha untuk mengakhiri tersebut sudah dilakukan ketika keduanya menggelar pertemuan bersejarah di Singapura awal Juni lalu. Disinyalir, kedua pihak secara aktif telah merencanakan pertemuan lanjutan di waktu dan tempat yang belum ditentukan.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Amerika, Michael Pompeo mengatakan pertemuannya dengan Ri Yong Ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara sangat positif. Michael mengatakan pihaknya setuju untuk mengunjungi Korea Utara bulan depan guna mempersiapkan KTT dan pertemuan Trump dan Kim Jong Un.

Dilansir dari The Telegraph, Minggu (30/9/2018), meski hubungan hangat telah terjalin antara Trump dan Kim Jong Un, namun Korea Utara belum memenuhi tuntutan Amerika untuk menyerahkan gudang persenjataannya.

Pada sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (29/9/2018) lalu, perwakilan Korea Utara mengatakan negaranya tidak akan membongkar senjata nuklir sampai punya cukup kepercayaan ke Amerika Serikat. Bahkan perwakilan Korut menantang Trump untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka.

Tiga pejabat senior AS yang terlibat dalam kebijakan Korut mengatakan belum ada kemajuan untuk menghentikan program nuklir negeri Kim Jong Un tersebut.

Ketiganya menjelaskan Korea Utara bahkan masih belum sepakat untuk mendefinisikan istilah dasar seperti "denuklirisasi". Sebagian besar langkah yang telah diambil dalam upaya menghentikan program nuklir Korut menurut mereka dapat dengan mudah diganti atau dibatalkan.



Editor: Nurika Manan 

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.