BNPB Prediksi Kerugian Bencana Sulteng Lebih dari Rp10 T

Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mengalkulasi kerugian akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

, NASIONAL

Kamis, 04 Okt 2018 21:13 WIB

Author

Astri Septiani

BNPB Prediksi Kerugian Bencana Sulteng Lebih dari Rp10 T

Pascagempa dan tsunami, sejumlah aparat bersenjata berjaga di antara puing bangunan Kompleks Pergudangan di Kelurahan Mamboro Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). (Foto: ANTARA/ Basri M)

KBR, Jakarta - Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mengalkulasi kerugian akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Kendati penghitungan masih berlangsung, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan total kerugian ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun.

"BNPB masih melakukan pendataan, tapi kalau kita bandingkan dengan yang ada di Lombok, melihat lokasi di Sulteng, perkiraan kerugian dan kerusakan diatas Rp10 T. Kerugian dan kerusakan di Lombok kemarin Rp18,8 T. Ini pasti di atas Rp 10 T," kata Sutopo di Graha BNPB Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Ia menambahkan, BNPB telah menurunkan tim Damage and Lossess Assesment (DALA) untuk menghitung kerugian dan kerusakan. Selain itu, kata Sutopo, BNPB juga bakal menghitung kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurut Sutopo, Presiden Joko Widodo akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa dan tsunami di Sulteng. Mengingat hal serupa juga dilakukan saat proses pemulihan pascagempa di Lombok.

Data BNPB hingga Kamis (4/10/2018) pukul 13.00 WIB menyebut sebanyak 1.424 korban meninggal akibat gempa dan tsunami tersebut. Sementara 2.549 orang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit. Untuk korban yang masih hilang ada 113 orang. Sementara jumlah pengungsi tercatat 70.821 orang yang tersebar di 141 titik di Sulawesi Tengah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak