Share This

47 Tewas, Polisi Bantah Pabrik Kembang Api Pekerjakan Anak di Bawah Umur

"Nanti kita pastikan lagi, yang jelas kita belum menemukan korban karyawan yang di bawah umur,"

NASIONAL

Jumat, 27 Okt 2017 17:02 WIB

Rafik Maeilana
Author

Rafik Maeilana

Polisi mengamati barang bukti kembang api yang berhasil diamankan saat olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Jumat (27/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian Jakarta membantah adanya pekerja di bawah umur, yang bekerja di pabrik kembang api yang meledak di Kosambi, Kota Tangeramg, Kamis (26/10/17). Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, saat pemeriksaan terhadap korban yang dirawat di rumah sakit, petugas tidak menemukan adanya karyawan yang di bawah umur. Itu ia pastikan setelah bertanya kepada karyawan yang selamat.

"Jadi kemarin kita ke rumah sakit, kata korban yang selamat, katanya tidak ada karyawan yang di bawah umur," katanya pada wartawan, Jumat (27/10/17)

Pernyataan Argo berbeda dengan daftar nama korban  yang terpampang di rumah sakit. Dalam data yang terlampir, terdapat 1 orang korban wanita yang berusia 15 tahun dan 3 orang lainnya berusia 16 tahun.

"Nanti kita pastikan lagi, yang jelas kita belum menemukan korban karyawan yang di bawah umur," singkatnya.

Baca: Pemkab Ancam Cabut Izin

Polisi memastikan jika pabrik kembang api yang meledak di Kosambi, Kota Tangerang memiliki izin. Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, petugas gabungan sudah memeriksa karyawan di bagian perizinan terkait izin usaha pabrik tersebut. Argo mengatakan, masih akan menanyakan hal tersebut kepada pemilik, yang direncanakan diperiksa sore ini.

"Nanti kita data yah, perihal perizinan akan kita tanyakan kepada yang bersangkutan. Kalau data awal kan PT ada suratnya, surat-suratnya ada, TUP ada, HO ada, surat keterangan kepolisian juga ada. (Keterangan dari pemilik?) Nanti kita tunggu, pemilik belum dateng," katanya pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/11/17)

Lanjut Argo, polisi masih belum bisa memastikan penyebab ledakab. Namun berdasarkan pengakuan yang selamat, kata Argo, ledakan terjadi ketika karyawan sedang mengepak  kembang api.

"Kita tunggu olah TKP, saat ini belum ada laporan hasil dari sana, karena masih berlangsung. Nanti setelah olah TKP, akan dianilis secara ilmiah terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya," kata dia.

Sementara itu Kapolres Tangerang Kota, Harry Kurniawan mengatakan, olah TKP dilakukan setelah semalam dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi atas kejadian ini. Namun ia belum bisa memastikan dugaan sementara, karena olah TKP masih berlangsung.

"Ini kita lagi olah TKP dulu yah, setelah semalam kita pemeriksaan. (Hasil pemeriksaan semalam seperti apa sementara?) Kita baru mengumpulkan saksi-saksi yang dibutuhkan. Kita panggil, nanti kita kirim ke Polda Metro Jaya. Nanti kita bantu Polda untuk pemeriksaannya," katanya saat dihubungi KBR, Jumat (27/10/17)

Terkait pemilik, lanjut Harry, pihaknya belum bisa menyebutkan akan dijadikan tersangka atau tidak. Namun ia memastikan hal itu akan melalui mekanisme pemeriksaan dulu di Polda.

"Saya belum bisa sebut itu ya, tunggu pemeriksaan nanti di polda, kita masih olah TKP dulu," jelasnya.

Kamis siang, pabrik kembang api di Kosambi, Kota Tangerang meledak dan terbakar. Sekitat 100 karyawan yang berada di dalam, langsung berhamburan saat ledakan berlangsung. Korban sementara 47 meninggal dunia dan puluhan lainnya masih mengalami perawatan, karena luka bakar. Sementara 10 orang lainnya masih dalam pencarian petugas.

Berikut daftar 28 korban yang dirawat di tiga rumah sakit:

I. RSUD Tangerang 

Total korban 7 orang (5 orang perempuan dan 2 orang laki-laki):

  1. Nurhayati 20 th luka bakar 80 %
  2. Lilis 22 th luka bakar 60 %
  3. Siti Fatimah 15 th luka bakar 60 %
  4. Atin puspita 32 th luka bakar 80 %
  5. Anggi 18 th luka bakar 40 %
  6. Sami 35 th luka bakar 50%
  7. M. khadiman 25 th luka bakar 40 %

II. RSA Bun
Total Korban 16 Orang, (8 orang laki-laki dan 8 Orang perempuan):

  1. Deni 24 Th luka bakar 30 %
  2. Angga 16 Th luka bakar 30 %
  3. Asep Maulyana 23 Th Luka bakar 20 %
  4. UMAM 16 Th Luka Bakar 30 %
  5. Abdul Hidayat 22 Th Luka Bakar 20 %
  6. M. Ismail 24 Th luka bakar 30 %
  7. Erik Cahyadi 24 Th. Luka bakar 20 %
  8. Agus 24 Th Luka bakar 20 %
  9. Widia 24 Th Luka bakar 30 %
  10. Leha 24 Th Luka Bakar 40 %
  11. Wiwi 39 Th Luka Bakar 30 %
  12. Uwanh 36 Th Luka Bakar 40 %
  13. Linah 42 Th Luka Bakar 40 %
  14. Fitria Dian 23 Th Luka Bakar 30 %
  15. Fitri 17 Th Luka Bakar 40 %
  16. Rosidah 51 Th Luka Bakar 30 %

III. RS Mitra Husada
Total Korban 5 orang, (5 orang laki-laki), dengan kondisi tingkat kesadaran compos mentos/baik dengan luka bakar rata-rata 5 % sampai dengan 15 %*

  1. ASON 24 Th
  2. Fahmi 20 Th.
  3. Suwandi 21 Th
  4. Wildan 22 Th
  5. M Agis 22 Th

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.