Laporan TPF Munir, Suciwati: Keterlibatan Hendropriyono Jelas

"Ini kalau Deputi II dan V ada perintah jelas untuk membunuh Munir, di (deputi) lainnya pasti juga."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Okt 2016 21:30 WIB

Author

Rio Tuasikal

Laporan TPF Munir, Suciwati: Keterlibatan Hendropriyono Jelas

Suciwati memegang poster pegiat HAM Munir Said Thalib. (Foto: Omah Munir)

KBR, Jakarta-  Isteri Aktivis HAM Munir, Suciwati, menyatakan pemerintah tidak perlu bukti baru untuk menarik Bekas Kepala BIN Hendropriyono ke pengadilan dalam kasus pembunuhan Munir. Sebab, menurutnya, indikasi keterlibatan Hendropriyono sudah muncul dalam sejumlah kesaksian dalam persidangan pelaku lain seperti Pollycarpus dan Indra Setiawan, Dirut Garuda.

Kata dia, ada setidaknya tiga deputi BIN yang berhubungan dengan pembunuhan Munir. Maka patut diduga ada perintah dari Kepala BIN.

"Kita tahu kok kerjanya BIN kan kompartemen. Ini kalau Deputi II dan V ada perintah jelas untuk membunuh Munir, di (deputi) lainnya pasti juga. Dan ada  pendekatan Deputi VII itu ngapain juga?" Tandasnya kepada KBR, Selasa (25/10/2016) malam.

"Semua deputi ini bergerak lho, dan ini kan kalau nggak ada yang menggerakkan dari atas kan nggak mungkin," klaim Susi.

Suci juga membantah pernyataan Bekas Mensesneg Sudi Silalahi yang menyebutkan AM Hendropriyono telah diperiksa. Kata dia, bekas kepala BIN itu tidak pernah memenuhi panggilan Bareskrim untuk pemeriksaan. Kata dia, Hendropriyono tidak pernah di-BAP.

"Dia tidak pernah mau diperiksa," katanya.

Selasa siang, bekas Presiden SBY dan 5 pejabat di era pemerintahannya membuat pernyataan bersama terkait dokumen TPF Munir yang hilang. Mereka menyatakan masih mencari dokumen aslinya, namun satu salinannya ditemukan dan akan diserahkan ke Kemensetneg.

Namun menurut Suci, salinan dokumen yang diperlihatkan itu tidaklah lengkap. Sebab, dokumen TPF yang asli jauh lebih tebal. Kata dia, di dalamnya seharusnya memuat lampiran BAP dan lampiran surat-menyurat BIN. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN