Izin Aviastar Dibekukan, Warga Papua Protes

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Paniai, John Gobay melalui pesan seluler menyebut keputusan pembekuan izin Aviastar itu sangat merugikan warga Papua.

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Rabu, 07 Okt 2015 10:26 WIB

Author

Dimas Rizky Chrisnanda

Izin Aviastar Dibekukan, Warga Papua Protes

Rute penerbangan yang dimiliki maskapai Aviastar di Papua. (Foto: situs Aviastar.biz)

KBR, Jakarta - Keputusan Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin terbang maskapai penerbangan Aviastar mengundang protes dari masyarakat, khususnya di Papua.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Paniai, John Gobay melalui pesan seluler menyebut keputusan pembekuan izin Aviastar itu sangat merugikan warga Papua.

"Pesawat adalah satu-satunya jembatan udara di pegunungan. Keputusan ini bakal membuat harga-harga naik melonjak tinggi," kata John Gobay dalam pesan singkatnya, Selasa (6/10).

John Gobay mengatakan keputusan pembekuan izin Aviastar bakal berdampak pada pembangunan di daerah yang selama ini hanya mengandalkan maskapai udara Aviastar.

Di Papua, maskapai penerbangan Aviastar melayani rute Nabire-Moanamani (Kabupaten Dogiyai) PP, Nabire-Sugapa (Kabupaten Intan Jaya) PP, Nabire-Enarotali (Kabupaten Paniai) PP dan Nabire-Timika (Kabupaten Mimika) PP.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin penerbangan maskapai Aviastar akibat melanggar UU tentang Penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo mengatakan Aviastar dianggap tak memenuhi persyaratan kepemilikan pesawat berjadwal yaitu 10 pesawat. Rinciannya 5 pesawat dengan status dimiliki dan 5 pesawat dengan status dikuasai atau sewa.

Suprasetyo mengatakan dari catatan Kemenhub, Aviastar baru memiliki 1 pesawat dan 2 lainnya dikuasai atau sewa. Kementerian Perhubungan memberikan waktu sebulan bagi pihak perusahaan untuk memenuhi UU tersebut.

Jika tak memenuhinya, pemerintah mengancam akan mencabut izin usahanya.

Meski begitu Suprasetyo tegaskan, pemberian sanksi ini bukan karena kecelakaan pesawat tersebut di Bukit Bajaja, Pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pesawat jenis Twin Otter milik Aviastar yang membawa 10 penumpang termasuk krunya itu sempat hilang kontak setelah 11 menit lepas landas dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Sulawesi Selatan, pada Jumat akhir pekan lalu.

Kotak hitam atau black box juga sudah ditemukan dan akan diserahkan dari Badan SAR Nasional Basarnas ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk diinvestigasi

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Tenggelamnya Kapal Selam dan Upaya Modernisasi Alutsista