Bencana Asap Kalteng, BPBD: Pelajar Masuk Lebih Siang

"Kalau jarak pandang pagi rata-rata di bawah 1.000 biasanya berangsur setelah seirama dengan kencangnya angin jam 11 sudah terang."

BERITA

Jumat, 10 Okt 2014 15:53 WIB

Author

KBR

Bencana Asap Kalteng, BPBD: Pelajar Masuk Lebih Siang

Asap, Kebakaran, hutan, Pelajar

KBR, Jakarta - Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang mengatakan, kondisi bencana kabut asap di Kalimantan Tengah sudah "amat sangat" parah. Akibatnya anak sekolah diliburkan, penderita ISPA meningkat, dan penerbangan terganggu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Muchtar, mengatakan sekolah belum resmi dinyatakan libur tapi masuknya agak disiangkan karena pagi pekat. Simak perbincangannya secara lengkap dalam Program Sarapan Pagi KBR (6/10).

“Kalau hotspot itu fluktuatif dua hari lalu hanya 10 hotspot dan kemarin hanya 2 hotspot. Namun perlu dicatat bahwa walaupun hospot rendah tapi ISPU sangat tidak sehat karena 281. Sehingga warga masyarakat yang beraktivitas di luar harus menggunakan masker dan sampai saat ini anak-anak sekolah ada yang diliburkan tapi ada yang masuknya agak siang, karena yang sangat pekat itu saat pagi hari.”

Paling banyak daerah mana saja yang jumlah hotspot masih cukup tinggi?

“Kalau hotspot yang kemarin 10 itu berada di luar Palangkaraya yaitu Sampit, Kapuas, dan sebagainya. Tapi karena fluktuatif kadang rendah suatu saat bisa naik yang jelas saat ini karena gambut walaupun apinya sudah tidak nyala tapi asapnya masih mengepul.”

Jarak pandang terutama untuk penerbangan sampai berapa?

“Kalau jarak pandang pagi rata-rata di bawah 1.000 biasanya berangsur setelah seirama dengan kencangnya angin jam 11 sudah terang dan bisa mendarat.”

Akibat asap ini apakah sudah ada warga yang terkena ISPA?


“Kalau ISPA berdasarkan data ini khusus lima daerah tanggap darurat. Khusus Palangkaraya dan sekitarnya 2 ribu warga. Oleh karena itu masyarakat diminta jaga dirinya masing-masing, khususnya Palangkaraya dan sekitarnya.”

Sekolah diliburkan sampai kapan?

“Sekolah belum resmi dinyatakan libur karena ada persiapan solat Idul Adha. Tetapi informasi dari dinas terkait masuknya agak disiangkan karena pagi itu pekat.”

Daerah mana saja yang masuknya lebih siang?

“Ya khusus Palangkaraya karena di luar Palangkaraya ISPU lebih rendah.”

Tanggap darurat sudah hampir selesai, ini akan dilanjutkan lagi?

“Iya akan dievaluasi sehari dua hari ini dan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. Memang informasi dari BMKG bahwa hujan akan mulai ada bulan Oktober. Jadi nanti akan dikoordinasikan kalau memang kondisi Kalimantan Tengah belum didukung hujan karena gambut itu bisa berhenti kalau terendam air dan bisa dibantu dengan air hujan.”

“Itu akan dipertimbangkan untuk diperpanjang oleh pihak yang terkait baik dari pemerintah provinsi, kota, kabupaten maupun pertimbangan dari BMKG selaku yang mengetahui kondisi cuaca, arah angin maupun hujan.”

Jika nantinya diperpanjang masa tanggap darurat, bagaimana dengan dana untuk upaya tanggap darurat? apakah masih mencukupi?

“Kalau dana tanggap darurat itu ada yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Kemudian juga dapat dukungan dari BNPB, operasi TNI-Polri, BPBD. Juga tidak kalah penting adalah dukungan pesawat pembuat hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca yang saat ini tidak ada, masih digunakan untuk HUT TNI. Harapan kami setelah HUT TNI bisa membantu Kalimantan Tengah lewat BPBD untuk bisa membuat hujan buatan di Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya dan sekitarnya.”

Sejauh ini apa upaya untuk memadamkan kebakaran?


“Upaya sudah dilaksanakan maksimal. Para kepala daerah terakhir dua hari lalu dipanggil rapat dengan bapak gubernur bahwa pemerintah daerah kabupaten/kota diharapkan meningkatkan koordinasi sosialisasi kepada masyarakat sampai lapisan terbawah bekerja sama dengan Polsek, Koramil, Babinsa, masyarakat terkait, perusahaan dan sebagainya agar tidak membakar dengan alasan apa pun.”

“Karena itu akan berdampak pada asap dan apabila ada api segera untuk bersama-sama dipadamkan. Bagi masyarakat siapa saja dalam kondisi tanggap darurat dengan sengaja membakar hutan untuk keperluan apa saja itu akan dikenai sanksi sesuai ketentuan berlaku oleh pihak berwajib.”          


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17