Allan Nairn: Hendropriyono Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Munir

KBR, Jakarta - Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn menyebutkan bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus penasehat Presiden Joko Widodo, Hendropriyono mengaku bertanggungjawab secara komando dalam pembunuhan aktivis HAM Munir.

NASIONAL

Senin, 27 Okt 2014 19:00 WIB

Allan Nairn: Hendropriyono Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Munir

Allan Nairn, munir, HAM, jokowi

KBR, Jakarta - Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn menyebutkan bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus penasehat Presiden Joko Widodo, Hendropriyono mengaku bertanggungjawab secara komando dalam pembunuhan aktivis HAM Munir. Pengakuan Hendro itu keluar dalam sebuah wawancara dengan Allan.

Allan mewawancarai Hendro, 16 Oktober 2014 kemarin di kediaman Hendro. Dalam wawancara Allan itu, Hendro juga menyebut jika masalah kasus pembunuhan Munir bisa memberi masalah untuk CIA, TNI dan Jokowi.

Pernyataan Allan itu dituangkan dalam situs pribadinya, www.allannairn.org yang diunggah, Senin (27/10) hari ini.

"Hendropriyono, salah satu figur terkuat di Indonesia telah mengaku 'bertanggungjawab secara komando' dalam pembunuhan Munir. Dalam wawancara di rumahnya di Jakarta pada 16 Oktober, Hendropiyono menyebut kasus ini bisa memberikan masalah untuk CIA, TNI dan Presiden Jokowi," begitu petikan pernyataan Allan dalam bahasa Inggris dalam situsnya yang berjudul "Breaking News: Gen. Hendropriyono Admits "Command Responsibility" in Munir Assassination. Says Talangsari Victims "Committed Suicide." Agrees to Stand Trial for Atrocities; Legal Implications for As'ad, Wiranto, CIA. Hendropriyono: Part 1".

Allan mewawancarai Hendro karena diundang. Sebab Allan sudah lama meminta wawancara Hendro. Namun begitu menelepon, Allan justru disuruh datang ke rumah Hendro. Hendro memuji Allan karena membuka persoalan pelanggaran HAM yang disebut melibatkan bekas Calon Presiden Prabowo Subianto.

"Dalam wawancara yang direkaman dengan Hendropriyono, secara tidak langsung Hendropriyono mengakui keterlibatannya dalam sejumlah kasus. Dia bahkan bersedia untuk diadili dalam 3 kasus besar: pembunuhan Munir, pendudukan Timor Timur, dan pembantaian Talangsari," kata Allan.

Allan juga menyatakan dalam wawancaranya itu, Hendro bersedia membuka dokumen internal pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terkait 3 kasus itu. Hendro pun bersedia mengungkap fakta.

"Sepertinya Hendro memberikan tekanan besar kepada Jenderal Wiranto dn As'ad yang berada dalam lingkaran kabinet Jokowi," kata Allan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi