Tanpa NIK, Ribuan Warga Trenggalek Tetap Masuk DPT

KBR68H, Trenggalek- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek, Jawa Timur mengakomodir 3600 masyarakat yang tidak memiliki Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK), untuk masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

BERITA

Rabu, 30 Okt 2013 21:10 WIB

Author

Adhar Mutaqin

Tanpa NIK, Ribuan Warga Trenggalek Tetap Masuk DPT

NIK, DPT, trenggalek

KBR68H, Trenggalek- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek, Jawa Timur mengakomodir 3600 masyarakat yang tidak memiliki Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK), untuk masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

Komisioner KPU Trenggalek, Jumani mengatakan, NIK ribuan warga tersebut salah dan tidak sesuai dengan standar yang ada. Menurutnya, sebelum dimasukkan dalam DPT, KPU telah melakukan verifikasi di tingkat lapangan guna memastikan keberadaan pemilih tersebut.

"3.601 untuk NIK yang invalid, kita tidak bisa membuatkaan NIK baru, karena NIK itu standar. Di program pemutakhiran data si dalih itu tetap saja bisa masuk (DPT) tanpa harus menghilangkaan hak suara, tapi terkait dengan persoalan NIK, itu menjadi urusan Dinas Kependudukan dan Kementerian Dalam Negeri," kata komisioner KPU Trenggalek, Jumani.

Jumani mengatakan, Selain masalah NIK tidak valid, pihaknya juga menemukan 9.497 nomor kartu keluarga (NKK) yang tidak valid. Lanjut dia, proses pembenahan daftar pemilih tetap (DPT) ditargetkan akan selesai pada tanggal 1 November mendatang.

Sementara itu, dari data di KPU Trenggalek, saat ini jumlah pemilih pemilih tetap Pemilu 2014 sebanyak 561.163 jiwa.

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8