Lebanon Larang Pemutaran Film Seputar Kawin Kontrak

KBR68H- Lebanon telah melarang pemutaran film yang mengupas soal homoseksualitas dan fenomena "kawin kontrak" yang dipraktekkan di beberapa komunitas Muslim.

BERITA

Selasa, 08 Okt 2013 15:08 WIB

Author

Suryawijayanti

Lebanon Larang Pemutaran Film Seputar Kawin Kontrak

Lebanon, Kawin Kontrak, gay

KBR68H- Lebanon telah melarang pemutaran film yang mengupas soal homoseksualitas dan fenomena "kawin kontrak" yang dipraktekkan di beberapa komunitas Muslim.

Film-film itu sedianya akan ditampilkan pada Festival Film Internasional Beirut yang dibuka pekan lalu. Namun akhirnya diblokir oleh komite sensor pemerintah.

Salah satu film yang diblokir berjudul I Offered You Pleasure. Film pendek berdurasi 15 menit itu mengungkap fenomena kawin kontrak  yang dilakukan untuk menghindari larangan  seks pra nikah yang dianggap haram.

Berdasarkan wawancara dengan perempuan dari Lebanon , Irak dan Bahrain , film ini menceritakan kisah seorang perempuan Muslim Syiah paruh baya bernama Iman yang dipaksa menyetujui kawin kontrak dengan dengan tetangganya , Wael.

Sutradara Farah Shaer , 26 , mengatakan  film  ini menitikberatkan pada masalah diskriminasi seksual dan penindasan tradisi sosial. Film itu juga tidak mengandung gambar seksual. Dia mengaku terkejut film itu itu dilarang .

"Kita semua tahu tentang kawin kontrak dan tentang seks pranikah .Jadi bagaimana jika kita berbicara tentang mereka lewat film? Mengapa itu dilarang,"ujarnya.

Meskipun film ini berfokus pada komunitas Syiah , Farah Shaer menegaskan itu tidak dimaksudkan untuk mengkhususkan satu sekte agama. Menurutnya Muslim Sunni juga melakukan praktek itu dan Kristen di Lebanon juga sering melakukan hubungan seks pranikah .

Sementara itu, film kedua yang dilarang adalah  L' Inconnu du Lac " ( Stranger by the Lake) )  yang disutradari oleh Alain Guiraudie. Film yang diputar di ajang bergengsi Festival Film Cannes itu menceritakan hubungan homoseksual antara dua pria.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip oleh media lokal menyatakan, keputusan pelarangan film itu, karena adanya adegan yang dianggap cabul yakni ciuman antara laki-laki gay, perselingkuhan dan pria telanjang serta hubungan seksual antara laki-laki.

Kritik langsung bermunculan yang mengecam larangan tersebut.  Penyelenggara festival, Colette Naufal mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah mundur untuk Lebanon setelah beberapa tahun festival diizinkan untuk menampilkan film kontroversial,termasuk tentang pedofilia .

"Lebanon memiliki satu hal yang menonjol: kebebasan berekspresi,kebebasan berpikir, kebebasan dari segala sesuatu. Itulah perbedaan antara Lebanon diantara negara Timur Tengah lainnya,"ujarnya.
 "
Homoseksual menghadapi diskriminasi dan keterasingan di Lebanon di bawah hukum yang melarang "perbuatan melawanalam", yang kerap ditafsirkan penegak hukum sebagai kriminalisasi seks antara kaum gauy. Namun, Beirut juga menjadi rumah bagi komunitas gay dan industri pariwisata yang memiliki bar dan klub malam untuk kaum gay. (Al- Arabiya) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu