Formula 1 Masih Jauh, Moto GP Bisa Digelar di Jakarta

KBR68H, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan Kota Jakarta bisa mengadakan berbagai macam event internasional.

BERITA

Selasa, 01 Okt 2013 09:50 WIB

Author

Doddy Rosadi

Formula 1 Masih Jauh, Moto GP Bisa Digelar di Jakarta

formula 1, moto gp, jakarta

KBR68H, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan Kota Jakarta bisa mengadakan berbagai macam event internasional. Selain akan menyelenggarakan lomba lari maraton, Jokowi saat ini sedang bernegosiasi agar kejuaraan dunia untuk balap motor atau motoGP bisa digelar di Jakarta.

Untuk itu, dia akan mengirim tim untuk menanyakan persyaratan dan urusan teknis dalam menyelenggarakan motoGP. Mungkinkah ajang Formula 1 atau Moto GP bisa digelar di Jakarta? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Rumondang Nainggolan dengan Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budhiman dalam program Sarapan Pagi.

Serius langkah rencana mau menjadikan Jakarta sebagai ajang Moto GP maupun Formula 1?

Kalau yang paling serius sebenarnya Jakarta itu harus lebih dikenalkan ke seluruh dunia, tentu melalui aktivitas promosi. Jadi sebenarnya yang paling penting untuk lebih mendorong aktivitas turisme ke Jakarta salah satunya memang terkait dengan sport tourism. Kalau soal Moto GP atau Formula 1 kemarin itu wacana yang mengemuka yang disampaikan oleh Pak Jokowi. Salah satunya tentu yang sesuai dengan lingkungan, infrastruktur yang bisa kita lakukan barangkali adalah barangkali kegiatan Moto GP, kalau Formula 1 rasanya masih memerlukan waktu persiapan yang sangat panjang. Tapi kalau Moto GP juga bisa dilakukan tidak harus di sirkuit khusus misalnya di jalan raya.

Kenapa masih perlu dipromosikan lagi? apa yang kurang dari Jakarta?

Yang kurang promosinya. Kita tahu kota-kota lain katakanlah ibu kota negara-negara ASEAN atau bahkan seluruh kota di dunia itu dipastikan mengembangkan pariwisata dengan industri kreatifnya. Kalau kemudian segala potensi, segala kekayaan yang ada ini tidak pernah diperkenalkan ya siapa yang kemudian mengenal berbagai kekayaan yang dimiliki Jakarta. Sebenarnya hal yang perlu dilakukan kita memasarkan produk kita, kalaupun toh Jakarta sudah dikenal tidak seperti itu. Kita lihat misalnya produk-produk yang dikonsumsi oleh masyarakat kita tahu banyak sekali, mereka yang terbukti sudah jadi market leaders itu juga terus berpromosi. Bayangkan kalau posisinya itu masih di level follower belum menjadi produk yang paling unggul di pasar tentu promosi harus dilakukan. Untuk Jakarta memang kita sedang terus melakukan city branding, kita melakukan branding Jakarta tentu juga harus realistis disesuaikan dengan kemampuan dan kekuatan yang Jakarta miliki. Yang kita miliki sebetulnya kekayaan seni dan budaya, inilah yang kemudian selalu digelar dan sedang dicari formatnya yang insya Allah di tahun depan sudah kita memiliki format yang baik. Jadi promosi itu memerlukan kontinuitas, skala yang masif, bagaimana dipublikasikan ke dunia internasional atau mengundang masyarakat internasional datang ke Jakarta, dan atau juga mendatangi tempat-tempat destinasi yang menjadi pasar dari Jakarta. Ini memerlukan biaya yang sangat besar, maka kemarin kita bersyukur bahwa dalam era kepemimpinan Pak Jokowi beliau memberikan perhatian yang sangat baik untuk promosi. Karena promosi ini skema investasi, jadi kota ini perlu menginvestasikan untuk mempromosikan kotanya.

Jadi prioritas adalah Moto GP?

Sebetulnya bukan prioritas ini wacana. Intinya sport tourism, kita akan menggelar Jakarta Marathon yang kelas dunia dan seri dunia. Kita juga punya seri  Tournament Golf yang diikuti oleh pemain-pemain internasional walaupun Jakarta baru di tingkat sirkuit Asia. Efek publikasinya luar biasa ketika ada event internasional, ada atlet-atlet kelas dunia datang ke Jakarta.
Persiapannya seperti apa untuk yang sport tourism?
Untuk sport tourism tentu agendanya sudah menjadi kegiatan tahunan yang diselenggarakan sudah di atas lima kali. Misalnya kalau golf itu Jakarta menjadi tuan rumah dari kejuaraan seri turnamen di Asia, kemudian untuk yang sama Jakarta menjadi tuan rumah World Championship. Mengenai marathon ini sudah dipersiapkan satu tahun yang lalu.

Sirkuitnya nanti jalur mana atau ada lokasi yang sudah dipersiapkan?

Kalau lokasi itu nanti harus mendapatkan pengesahan dulu, disertifikasi oleh ikatan motor sedunia yang bayangannya tentu sama sekali belum ada alternatifnya. Sekali lagi ini adalah wacana yang dikemukakan, kalau pak gubernur tidak spesifik menyampaikan untuk menjadi tuan rumah dari Formula 1 atau Moto GP. Ini hanya dilontarkan pada waktu itu oleh Bu Mari Pangestu kalau tidak salah. Jadi tentu saja pak gubernur menyampaikan Jakarta apabila segala sesuatunya memungkinkan, artinya persyaratan secara internasional itu bisa ya kenapa tidak dilaksanakan di Jakarta. Kalau Formula 1 mungkin terlalu jauh, kita juga harus realistis melihat kondisi lingkungan di Jakarta. Tapi kalau Moto GP yang digelar di jalan raya barangkali itu memungkinkan, tapi itu juga harus diaudit atau disertifikasi lintasannya.     

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis