Ada

Sejumlah nama palsu tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif 2014 untuk daerah Jawa Barat. Itu diketahui dalam rapat terbuka penyisiran ulang DPT oleh 26 kabupaten kota di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat.

BERITA

Kamis, 31 Okt 2013 07:30 WIB

Author

Arie Nugraha

Ada

DPT, KPU, pemilu, jabar

KBR68H, Bandung - Sejumlah nama palsu tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif 2014 untuk daerah Jawa Barat. Itu diketahui dalam rapat terbuka penyisiran ulang DPT oleh 26 kabupaten kota di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat. 


Menurut anggota KPU Jawa Barat Ferdiman, salah satu nama palsu yang tercantum dalam DPT yaitu milik seorang terpidana di penjara Bogor.


"Ujang Madyani alias Ujang Tuyul di Paledang (Bogor). Karena penghuni LP itu kan biasanya NIK sama NK itu terakhir, karena mereka biasanya didaftar nama dahulu baru keterangan lain. NIK dan NK terakhir karena biasanya KTP-nya tidak ada di yang bersangkutan. Jadi saya kira ini bisa beres karena itu mah terlokalisir moal kamamana nya (tidak kemana-mana kan)" ujarnya.


Anggota KPU Jawa Barat Ferdiman menyebutkan selain Ujang Tuyul, nama palsu lainnya adalah Penduduk 1, Penduduk 2 serta angka nol tetapi memiliki nomer induk kependudukan (NIK) dengan alamat tempat tinggal berbeda di kabupaten kota. 


Ferdiman mengatakan Petugas KPU setempat akan langsung memeriksa ulang 21 nama palsu itu ke masing-masing tempat tinggalnya. Nama palsu itu tercantum dalam DPT hasil penyisiran ulang KPU Jawa Barat berjumlah 32.760.446. Penyisiran sesuai dengan perintah KPU dan Bawaslu. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10