Transformasi si Smash 100 Watt: dari Bulu Tangkis ke Bisnis

Perjalanan titisan Liem Swie King bangun Flypower

Uang Bicara

Jumat, 10 September 2021

KBR, Jakarta - Sepanjang Agustus 2021, nama pebulutangkis Greysia Polii jadi buah bibir. Pastinya karena sukses menyambung tradisi emas di Olimpiade Tokyo 2020, bareng Apriyani Rahayu. Terima kasih banget ya, Greysia/Apri, atas perjuangannya!

Decak kagum makin menjadi saat publik tahu Greysia ternyata sudah merintis usaha sepatu dengan brand Fine Counsel. Siap-siap membangun bisnis buat bekal nanti saat gantung raket. Keren!

Jika ditilik lebih jauh, jejak Greysia ini juga sudah ditorehkan beberapa seniornya. Salah satunya Hariyanto Arbi, pebulutangkis tunggal putra era 1990-an. Dia membangun bisnis perlengkapan bulu tangkis dengan brand Flypower.

Bagi Hari, enak jadi atlet atau pengusaha ya?

"Enak jadi atlet dong, nggak ada risiko. Tinggal latihan aja yang kenceng. Uang datang sendiri. Kalau jadi pengusaha kan risikonya banyak sekali. Rugi kan banyak sekali, toko yang ga bayar juga ada, yang macet-macet juga banyak," kata pria kelahiran Kudus, 21 Januari 1972 ini.

Apalagi saat ini kehidupan atlet bulu tangkis lebih sejahtera ketimbang zaman Hari dulu. Jadi bagi yang ingin berkarir di dunia badminton, sekarang saat yang tepat, kata Hari.

Baca juga: Inspirasi Bisnis dari Visval

Hariyanto Arbi dan produk Flypower. (Foto: dok pribadi)

"Dari dulu sampai sekarang pemasukannya kan sama, dari sponsor sama hadiah, fresh money, sama bonus. Bedanya, kalau dulu saya sponsornya kan lewat PBSI, sudah kecil, dipotong lagi. Kalau sekarang langsung ke atletnya," ujar pemilik Smash 100 Watt ini.

Usai pensiun pada 2000, Hari butuh beberapa tahun untuk menemukan jalannya di dunia bisnis. Dia bilang, itu semua mengalir saja tanpa perencanaan.

Titik mulanya saat Hari berkomunikasi dengan eks-pemain Indonesia, Fung Permadi yang hijrah ke Taiwan. Fung kasih tahu bahwa ada brand Flypower di Taiwan yang pesan sekitar 1500-2000 pasang sepatu olahraga. Hari pun tertarik menggarapnya.

"Awal-awalnya itu kita kirim ke Taiwan. Baru pengiriman kedua, baru mikir oh kenapa kita nggak pasarin juga di Indonesia," kisah Hari.

Baca juga: Perilaku Belanja Generasi Milenial dan Z

Penasaran kan bagaimana pemain yang dijuluki titisan Liem Swie King ini sukses membangun bisnisnya. Kisah lengkapnya bisa disimak lho di Episode 23 Uang Bicara.