covid-19

Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Gubernur Kalbar Janji Cari Solusi Permanen

"Saya dan Kapolda akan cari solusi. Tentunya ini solusi permanen, bukan jangka pendek. Perlu langkah-langkah untuk solusi ini,”

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Sep 2021 16:53 WIB

Author

Edho Sinaga

Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Gubernur Kalbar Janji Cari Solusi Permanen

Tangkapan layar video penyerangan masjid Ahmadiyah Sintang, Kalbar, Jumat (7/9/21). (Medsos)

KBR, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berjanji akan menyelesaikan masalah pembakaran gudang dan perusakan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu secara damai.

Midji, begitu ia akrab disapa mengatakan, selaku kepala daerah, ia akan mengandeng Kapolda, Pangdam, dan pihak terkait lainnya, mencari solusi terkait permasalahan ini.

"Saya dan Kapolda akan cari solusi. Tentunya ini solusi permanen, bukan jangka pendek. Perlu langkah-langkah untuk solusi ini,” katanya di Pontianak, Kamis (9/9/2021).

Untuk itu, Sutarmidji meminta ke masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menahan diri.

“Semua harus memahami, termasuk Ahmadiyah sendiri siapa mereka,” pungkas Midji.

Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam jaringan kebhinekaan menyatakan sikap untuk penuntasan kasus pembakaran gudang dan perusakan masjid milik jemaah Ahmadiyah.

Baca: Penyerangan Masjid Ahmadiyah Sintang, Komnas HAM Minta Mabes Polri Ambil Alih

Koordinator Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) Kalbar, Dian Lestari menilai pemerintah tidak hadir dalam serangkaian kasus kekerasan yang dialami oleh Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang.

"Kami meminta pemerintah Kalbar dan Sintang melakukan perlindungan terhadap Jamaah Ahmadiyah di Sintang," katanya.

Hingga berita ini dimuat, sedikitnya 21 orang sudah ditetapkan tersangka perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Sintang.

Baca juga: Muhammadiyah: Usut Tuntas Penyerangan dan Pembakaran Masjid Ahmadiyah di Sintang

Juru Bicara Polda Kalbar, Donny mengatakan, kepolisian tengah melakukan penyidikan terkait kasus ini.

"Sedang kita periksa, intinya kita sudah lakukan proses hukum," katanya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung