Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Tak Lengah

"Supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan (karena kasus covid turun)."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Sep 2021 12:55 WIB

Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Tak Lengah

Presiden Jokowi saat tinjau ulang vaksinasi dari pintu ke pintu di Kelurahan Krajan, Kabupaten Madiun, Jatim, Kamis (19/8). (Setpres).

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh masyarakat   Covid-19 tidak akan hilang begitu saja dari muka bumi. Saat ini, yang bisa dilakukan hanya pengendalian agar virus tak menyebar. 

Presiden meminta masyarakat tak lengah, lantaran kasus Covid-19 bisa saja naik kembali.

"Bahwa yang namanya Covid ini tidak mungkin hilang secara total, yang bisa kita (lakukan) ini mengendalikan, statement ini penting sekali. Supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan. Sehingga masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu mengintip, varian delta selalu mengintip kita. Begitu lengah, (kasus) bisa naik lagi," ujar Jokowi seperti ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/9/2021) malam.

Jokowi meminta jajarannya di pemerintah pusat maupun daerah, untuk betul-betul mengingatkan kepada masyarakat terkait kewaspadaan ini. Hal tersebut dilakukan, agar masyarakat tidak merasa perang melawan wabah sudah tuntas hingga ke akarnya karena kasus Covid turun.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi di Daerah, Jokowi Perintahkan Stok Segera Dihabiskan

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut, perkembangan kasus harian Covid-19 dalam tiga hari terakhir mengalami perbaikan. Begitupun dengan angka tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit yang kini berada di angka 19 persen.

Perpanjangan PPKM 

Pemerintah kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan langkah ini untuk menekan penyebaran virus korona. 

Perpanjangan PPKM level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali, dilaksanakan terhitung mulai 7 hingga 13 September mendatang.

"Yang pertama, situasi perkembangan CVID-19 di Jawa-Bali terus mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal ini ditandai semakin sedikitnya kota/kabupaten berada di level 4. Dimana per tanggal 5 September 2021 hanya 11 kabupaten/kota di Jawa Bali yang ada di level 4, dimana sebelumnya ada 25 kabupaten/kota. Peningkatan yang signifikan ini terjadi pada level 2 yang meningkat, dari semula hanya 27 menjadi 43 kabupaten/kota dari wilayah aglomerasi juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil turun ke level 3, sementara Bali kami perkirakan butuh waktu satu minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4 akibat perawatan pasien di rumah sakit yang masih tinggi," ujar Luhut.

Baca juga: Kedatangan Tahap ke-50, Airlangga: Bukti Nyata Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Covid-19

Luhut menambahkan, akan ada penyesuaian sejumlah kebijakan terkait perpanjangan PPKM level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali karena kasus Covid turun. Seperti misalnya, perubahan pada aturan tempat ibadah, restoran, dan mal atau pusat perbelanjaan.

Hingga Senin (07/09) ada tambahan kasus positif sebanyak 4.413, sebanyak 13.049 kasus sembuh, dan 612 kasus kematian akibat COVID-19.  Data yang  total positif Corona di Indonesia hingga saat ini berjumlah 4.133.433 kasus. Sedangkan kasus aktif Corona pada hari ini sebanyak 146.271.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona