Turun Aksi, Ini Tuntutan Mahasiswa Senin ini

"Kita lagi lihat masalah keamanan dan akses ke sananya. Karena depan DPR sudah ditutup, bahkan sudah ada full keamanan"

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Sep 2019 09:09 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Turun Aksi, Ini Tuntutan Mahasiswa  Senin ini

Foto udara suasana aksi mahasiswa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Sejumlah mahasiswa siap turun ke jalan pada Senin (30/09), bertepatan dengan Rapat Paripurna DPR periode 2014-2019. Presiden BEM Trisakti Dinno Ardiansyah mengatakan, ia bersama mahasiswa kampus lain sudah menjalin konsolidasi untuk aksi ini.

Kata dia, tuntutan aksi masih sama yakni menolak disahkannya RUU bermasalah dan mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perpu KPK.

"Kawan-kawan (antar) univ pun sudah komunikasi. Jadi Senin pun kita sudah siap kalau mau turun pun siap, cuma kita lagi lihat masalah keamanan dan akses ke sananya. Karena depan DPR sudah ditutup, bahkan sudah ada full keamanan. Dan ini sudah berlapis-lapis jadi jangan sampai kita aksi tidak sampai ke titik kumpul utama," kata dia saat dihubungi KBR, Minggu (29/9/2019).

Presiden BEM Trisakti Dinno Ardiansyah memastikan aksi tersebut murni aspirasi dari mahasiswa. Ia membantah tudingan bahwa aksi tersebut ditunggangi kepentingan politik.

Sebelumnya, perwakilan mahasiswa di Jakarta dan Bandung menyatakan siap turun ke jalan pada 30 September ini. Aksi ini merupakan yang ketiga usai mereka turun pada 23 dan 24 September lalu. Selain itu, aksi ini rencananya juga bakal diikuti sejumlah aliansi masyarakat sipil dan LSM.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi