Konflik di Wamena, Kemenko Polhukam: Operasi Keamanan Tergantung Situasi

"Itu semata-mata untuk menciptakan situasi yang aman dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat di Papua,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Sep 2019 09:33 WIB

Author

Lea Citra

Konflik di Wamena,  Kemenko Polhukam: Operasi Keamanan Tergantung Situasi

Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jayapura-  Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) fokus menjamin keamanan Wamena. Tenaga Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto mengatakan, pemerintah masih memantau situasi.

Dia tidak menampik kemungkinan ada penambahan pasukan, jika situasi memburuk.

"Secara keseluruhan, sebenarnya tergantung perkembangan situasi di Papua. Kalau soal tentang rencana terkait dengan peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan, kesehatan, pendidikan, ini juga sudah direncanakan. Infrastruktur juga akan dilanjutkan. Nah kalau soal keamanan bergantung pada perkembangan situasi, tetapi satu hal kalau operasi keamanan harus masih dilanjutkan atau bahkan ditingkatkan. Itu semata-mata untuk menciptakan situasi yang aman dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat di Papua," kata Tenaga Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto kepada KBR, Minggu (29/9/2019)

Tenaga Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto mengakui, Papua masih rentan akan konflik, sehingga masyarakat Papua masih ketakutan akan potensi kerusuhan.

Ia menegaskan, pemerintah akan menjamin rasa aman bagi seluruh warga Papua.


Pengungsi 

Sebanyak tujuh ribu warga mendaftar untuk dievakuasi dari Wamena, Papua menggunakan pesawat Hercules milik TNI.  Meski situasi Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya berangsur kondusif pascademonstrasi rusuh di wilayah itu pada 23 September 2019.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Silas Papare Jayapura, Marsekal Muda Tri Bowo Budi Santoso mengatakan hingga  Sabtu (28/9/2019), sebanyak 1.500 warga Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah dievakuasi ke Jayapura dan ditampung sementara di beberapa lokasi di antaranya di Aula Lanud Jayapura dan Batalyon 751 Raider.

"Di Lanud   ada 106 pengungsi. Tadi pagi sudah berangkat 12 orang ke Makassar. Kita dorong ke Batalyon Rider 751. Tadi malam sudah ada 54 orang, terus siang ini juga masuk di sana kurang lebih 150 orang. Nanti kalau Batalyon tidak cukup menampung, nanti ke Rindam," kata Tri Bowo Budi Santoso.

Menurut dia,  TNI hanya menampung sementara warga Wamena yang dievakuasi ke Jayapura. Dia mempersilakan, jika ada di antara warga tersebut ingin tinggal bersama keluarganya di Jayapura atau kembali ke kampung halaman.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Geliat Perkembangan Industri Fintech di Indonesia

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11