Kalimantan Dikepung Asap, Dinkes & PMI Sediakan 'Rumah Oksigen' Gratis

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, tujuan rumah oksigen ini sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Sep 2019 10:40 WIB

Author

Edho Sinaga, Valda Kustarini

Kalimantan Dikepung Asap, Dinkes & PMI Sediakan 'Rumah Oksigen' Gratis

Seorang warga sesak nafas akibat asap mendapat penanganan oksigen di Dinkes Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). (Foto: KBR/Edho Sinaga)

KBR, Pontianak - Dinas Kesehatan Kota Pontianak Kalimantan Barat menyiapkan tujuh rumah yang menyediakan layanan oksigen gratis bagi warga yang mengalami sesak nafas akibat kabut asap.

Tujuh tempat yang ditunjuk sebagai rumah oksigen yakni di Dinkes Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Perumnas I, Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Siantan Hilir.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang bermarkas disamping kantor Dinas Kesehatan ikut ambil bagian dengan menyediakan empat relawan di tiap waktu jaga (shift) untuk melayani warga.

Sekretaris PMI Kota Pontianak Lusi mengatakan, selain menyediakan relawan, PMI juga menyediakan ambulans gratis untuk menjemput pasien sesak nafas yang akan dibawa ke rumah oksigen tersebut.

“Dinkes punya enam ambulans di tiap Puskesmas. Kami juga akan menyediakan 1 ambulans untuk membantu Dinkes. Ini untuk warga yang membutuhkan kendaraan dari rumah ke posko sehat ini," kata Lusi, Senin (16/9/2019).

Lusi mengatakan hingga Senin malam warga yang menggunakan layanan oksigen gratis baru satu orang.

"Keluhannya sesak nafas, dan langsung ditangani oleh relawan kami dan juga Dinkes Kota Pontianak,” kata Lusi.

Sebelumnya, Kepala Dinas  Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, tujuan rumah oksigen ini sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas.

Selain oksigen, mereka juga menyediakan nebulizer bagi pasien yang membutuhkan sesuai hasil analisis medis.

“Apabila kondisi pasien semakin parah sesak nafasnya, maka segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit terdekat. Jadi rumah oksigen itu disediakan sebagai pertolongan pertama," katanya.

Data BMKG menyebut, kualitas udara di Kota Pontianak dalam kategori tidak sehat, dengan jumlah titik api 519 yang paling banyak berada di Kubu Raya dan Ketapang, serta sejumlah Kabupaten di Provinsi Kalbar.

Ruang Bebas Asap di Palangkaraya


Layanan serupa juga diberikan di Kalimantan Tengah. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Tengah juga membuat ruang bebas asap untuk warga yang mengeluh sesak nafas dan batuk. Ruang bebas asap disediakan di lantai tiga kantor PMI Kalimantan Tengah Jl Letjen Suprapto, Palangkaraya.

Staf Bidang Penanggunglangan Bencana dan Kesehatan PMI Palangkaraya Subhan mengatakan ruangan bebas asap ini untuk memulihkan warga yang terpapar asap.

"Jika ada warga datang, kami biasanya menanyakan keluhannya apa. Apa sesak nafas? Kalau sesak kita berikan oksigen. Kita menyediakan oksigen. Kita pantau pemberiannya, tapi tidak terlalu lama juga. Jika waktunya agak pendek, nafas sudah lega, kita hentikan. Dia bisa menikmati udara yang ada di ruangan itu sampai tidak sesak lagi," kata Subhan pada KBR, Senin (16/9/2019).

Subhan mengatakan layanan ruang bebas asap ini gratis. Selain mendapatkan oksigen, warga yang sakit diberikan obat dan masker secara cuma-cuma.

Hingga saat ini, baru ada 13 orang yang mengunakan layanan PMI Kalimantan Tengah.

Subhan mengatakan untuk sementara ruangan bebas asap baru bisa melayani dua orang dalam satu kali layanan, sebab di ruangan hanya ada dua tempat tidur.

Namun, Subhan berharap ruangan ini bisa membantu orang banyak.

Ruangan bebas asap bisa dinikmati di PMI Provinsi Kalimantan Tengah, PMI Kota Waringin Timur, dan PMI kota palangkaraya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13