Dua Tewas, Keluarga Besar Mahasiswa UHO Tuntut Kapolri Dicopot

"Kami sangat mengecam pernyataan Kapolri yang mengatakan tidak ada korban meninggal hanya pingsan saja"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 27 Sep 2019 10:28 WIB

Author

Rony Sitanggang

Dua Tewas, Keluarga Besar Mahasiswa UHO Tuntut Kapolri Dicopot

Jenazah almarhum Immawan Randi (21) dibawa ke ruang jenazah RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara menuntut Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Tito Karnavian. Tuntutan muncul setelah jatuh korban tewas dalam aksi demonstrasi menentang sejumlah RUU kontroversial.

Mahasiswa juga menuntut pencopotan dan penggantian Kapolda Sulawesi Tenggara dan Kapolres Kota Kendari.

Dua orang mahasiswa UHO tewas saat aksi yang berujung bentrok pada Kamis (26/09). Korban atas nama Muhammad Randi (21) mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Budi Daya Perikanan UHO dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) mahasiswa Program Pendidikan Vokasi jurusan D3 Teknik Sipil UHO.

Presiden Mahasiswa UHO La Ode Maco memastikan bakal mengawal kasus ini hingga pelaku penembakan diadili.

"Kami sangat mengecam pernyataan Kapolri yang mengatakan tidak ada korban meninggal, hanya pingsan saja, seperti dikutip dari merdeka.com . Serta pernyataan Kapolda Sultra yang mengatakan tidak membekali para anggotanya dengan senjata berpeluru timah panas," ujar Maco dalam keterangan tertulis yang diterima KBR, Jumat (27/9/2019).

Maco mengatakan Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas HALU OLEO menangani  kurang lebih 67 orang korban. Dia menegaskan, Keluarga Besar Mahasiswa UHO tidak akan diam dengan kejadian itu dan  akan menggalang kekuatan lebih besar lagi.

La Ode Maco meminta mahasiswa di seluruh pelosok negeri mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote agar menggelar aksi solidaritas atas korban meninggal dunia mahasiswa UHO.  

Selain menuntut pencopotan petinggi kepolisian, kata Maco, mahasiswa juga tetap konsisten dengan tuntutan awal seperti pencabutan RUU KPK dan RUU SDA, menolak RKUHP dan sejumlah RUU bermasalah lainnya.

Editor:  Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13