Share This

Tingkatkan Minat Baca Sejak Dini Lewat Rumah Belajar Kita

Kurangnya akses dan fasilitas bacaan disinyalir menjadi penyebab masalah minat baca anak-anak Indonesia yang minim

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 07 Sep 2018 14:56 WIB

Ilustrasi. (Foto: Tatiana Bobkova/Shutterstock)

KBR, Jakarta - Minat baca adalah salah satu masalah sosial di masyarakat kita. Terlebih menumbuhkan minat baca sejak dini masih menjadi satu hal yang jarang dilakukan di keluarga Indonesia.

Rumah Belajar Kita (RBK), sebuah komunitas sosial pendidikan yang berdiri sejak tahun 2013 dan bergerak di bidang literasi mencoba berkontribusi untuk menanggulangi masalah tersebut.

"Misi kita adalah meningkatkan minat baca di anak-anak Indonesia, secara garis besarnya begitu," kata Muhammad Haekal, ketua Rumah Belajar Kita, dalam program Ruang Publik KBR, Jumat (7/9/2018).

Berdasarkan temuan Ruang Belajar Kita (RBK), salah satu permasalahan mengapa minat baca di kalangan anak Indonesia kurang adalah karena kurangnya akses baca yang diberikan dari pihak paling dekat dengan sang anak, yakni keluarga.

"Ketika kita melakukan survei ke beberapa anak sebelum kita memulai gerakan literasi ini, kita menemukan bahwa budaya baca dan fasilitas terhadap bacaan yang diberikan oleh orang tua kepada anak sangat minim. Untuk itu kami berusaha menjadi jembatan bagi para anak Indonesia dalam menumbuhkan minat baca mereka," kata Erma Septiana, Sekretaris Rumah Belajar Kita.

Erma menambahkan ketika mereka mulai mendekatkan anak kepada fasilitas bacaan di RBK, minat baca anak-anak tersebut mulai muncul. Mendekatkan anak-anak kepada buku bacaan yang mereka suka terlebih dahulu adalah langkah awal dalam meningkatkan minat baca pada anak.

Taman baca RBK tersebar di delapan titik di Jakarta dan sekitarnya. Di antaranya berada di Manggarai, Duren Sawit, Pisangan, Pasar Rebo, Pisangan, Kuningan Barat, Depok, serta Pamulang.

"Bukan hanya buku bacaan yang terdapat dalam taman baca tersebut, namun juga di tiap titik tersebut kami juga memiliki para relawan yang siap memberikan pelajaran kepada anak-anak. Biasa kami sebut sebagai Adik-adik RBK yang saat itu sudah berjumlah 150 anak," kata Erma.

Erma mengatakan tiap fasilitas yang terdapat di taman baca RBK, seperti buku-buku bacaan, meja dan alat tulis semuanya merupakan donasi dari masyarakat umum.

RBK sendiri merupakan komunitas yang berada di bawah naungan Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa.

"Bagi masyarakat yang tergerak untuk memberikan donasi buku kepada kami, bisa di-drop ke yayasan tersebut yang berada di Jl. Raya Tengah No.22 Pasar Rebo, Jakarta Timur," kata Erma.

Sebagai kampanye meningkatkan literasi bagi anak Indonesia, usaha RBK tidak hanya sebatas pada taman baca dan para relawan. Mereka juga membuat acara bertajuk "Gemari Bacaku".

Gemari Bacaku atau gerakan mari membaca buku tahun ini memasuki tahun kedua, dan akan diselenggarakan pada 8 September 2018 di Perpustakaan Nasional.

"Dalam Gemari Bacaku tahun ini, kami mengundang Asma Nadia, salah satu novelis dan pendiri Forum Lingkar Pena. Akan ada talkshow menarik bersama Asma Nadia, pentas seni yang dilakukan oleh adik-adik RBK, maupun perlombaan membaca puisi, menulis serta mewarnai. Acaranya akan berlangsung mulai pukul 12 siang sampai 5 sore," kata Muhammad Sadam, Humas RBK.

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.