Share This

Serangan Koalisi Arab Saudi, 5 Juta Anak Yaman Terancam Kelaparan

Lebih dari 28.000 orang telah tewas atau terluka selama perang dan menurut pejabat AS. Ribuan lainnya telah meninggal karena kekurangan gizi, penyakit dan kesehatan yang buruk.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 19 Sep 2018 15:21 WIB

Anak-anak di Yaman. (Foto: Mathieu Genom/Wikimedia/Creative Commons CC-BY-SA 2.0)

KBR  - Ratusan ribu anak-anak Yaman bisa meninggal jika serangan-serangan militer kembali merusak atau menutup sementara pelabuhan utama Hodeidah, demikian kata organisasi amal Save The Children, pada hari Rabu (19/9).

Laporan Save The Children mengatakan banyak keluarga berjuang keras untuk membeli makanan dan akses menuju fasilitas kesehatan karena harga-harga barang melonjak. Kondisi ini dapat membuat satu juta anak berisiko kelaparan.

"Gangguan kecil sekalipun terhadap pasokan pangan, bahan bakar, dan persediaan lain melalui pelabuhan itu bisa berarti kematian bagi ratusan ribu anak-anak yang kekurangan gizi, karena tidak bisa memperoleh makanan yang mereka butuhkan untuk dapat bertahan hidup," ujar wakil Save The Children untuk Yaman, Tamer Kirolos.

Hodeidah adalah pelabuhan utama negara Arab, di mana sekitar 8,4 juta orang diyakini berada di ambang kelaparan.

Koalisi sejumlah negara dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara dan darat untuk merebut pelabuhan Hodeidah dari tangan kelompok pemberontak Houthi yang menguasainya. Serangan dilakukan setelah pembicaraan damai gagal tercapai awal bulan ini.

"Perang ini berisiko membunuh seluruh anak-anak Yaman yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari bom hingga kelaparan dan penyakit," kata Kirolos.

Lebih dari 28.000 orang telah tewas atau terluka selama perang. Ribuan lainnya meninggal karena kekurangan gizi, penyakit dan kesehatan yang buruk.

Save The Children menyebut ada tambahan setidaknya satu juta anak Yaman yang terancam kelaparan hingga total anak yang berisiko mengalami kelaparan menjadi 5,2 juta anak, jika pelabuhan Hodeidah terkena dampak perang.

Anak-anak dengan malnutrisi berat 12 kali lebih besar kemungkinan meninggal karena penyakit---yang sebetulnya dapat dicegah---seperti pneumonia, campak, kolera atau difteri.

"(Anak-anak) tidak mendapatkan cukup makan, mereka mengungsi, keluarga tidak mampu pergi ke fasilitas kesehatan mereka kehilangan nyawa karena serangan-serangan ini," kata Kirolos, mengutip berita yang dilansir Reuters.

Dewan Pengungsi Norwegia telah memperingatkan bahwa lebih banyak orang akan terbunuh oleh masalah ekonomi daripada bom dan senjata setelah harga pangan naik dua kali lipat di beberapa bagian negara tersebut bulan ini.

Stephen Anderson, direktur negara Program Pangan Dunia (WFP) di Yaman, mengatakan situasi keamanan memburuk di Hodeidah mengancam berlanjutnya bantuan kemanusiaan.

"WFP khawatir bahwa situasi kemanusiaan akan terus memburuk, mendorong keluarga, dan anak-anak ke dalam situasi yang semakin putus asa, yang tidak dapat diterima di abad 21," ujar Anderson.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.