Share This

Pilpres 2019, Jokowi Tak Pusingkan Dukungan Ijtima Ulama untuk Prabowo

Jokowi optimistis Ma'ruf Amin yang menjadi calon wakil presidennya, tetap mampu mendulang banyak suara.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 18 Sep 2018 12:36 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kedua kanan) saat menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu (16/9). (Foto: ANTARA/ Aprilio A)

KBR, Jakarta - Bakal calon presiden petahana Joko Widodo tak memusingkan deklarasi dukungan Ijtima Ulama untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Jokowi mengatakan, arah dukungan politik untuk pasangan tertentu di negara demokrasi adalah hal wajar.

"Indonesia ini negara demokrasi, bahwa ada satu kelompok mendukung Pak Prabowo, dan ada kelompok lain mendukung saya dan Kyai Ma'ruf Amin, ya inilah demokrasi. Silakan, enggak dilarang di negara demokrasi seperti negara kita ini," kata Jokowi di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Ia optimistis Ma'ruf Amin yang menjadi calon wakil presidennya, tetap mampu mendulang banyak suara. Mengingat latar pasangannya itu sebagai seorang kyai dan ketua Majelis Ulama Indonesia. "Ya apapun kita semua tahu, bahwa Kyai Maruf Amin adalah ulama besar," kata dia.

Menurut Jokowi, sosok Ma'ruf Amin sudah sangat dikenal masyarakat sebagai seorang kyai. Ia pun tak khawatir jika suara dari kalangan tokoh agama Islam terpecah, antara mendukungnya atau merapat ke pasangan Prabowo-Sandiaga.

Meski begitu, Jokowi mengingatkan agar masyarakat memberikan dukungan ke para kandidat capres-cawapres secara adil. Misalnya, masyarakat harus menguji rekam jejak hingga gagasan program masing-masing pasangan calon. Ia mewanti masyarakat untuk tak menggunakan isu SARA atau fitnah, sebab Pemilu selayaknya menjadi ajang kontestasi gagasan.

Sebelumnya, Ijtima Ulama II menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Dalam acara deklarasi ijtima ulama yang digelar Minggu (16/9/2018), Prabowo menandatangani 17 poin pakta integritas. Kelak poin-poin itu diklaim bakal menjadi visi misi Prabowo-Sandi, jika memenangi Pilpres tahun depan.

"Assalamualaikum. Terima kasih, saya atas nama pasangan calon presiden wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, mengucapkan terima kasih kepada Ijtima Ulama ke II, dari GMPF Ulama, atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," ujar Prabowo, setelah menandatangani pakta integritas bersama Ijtima, di Hotel Grand Cempaka, Minggu (16/9/2018).

Satu poin dalam pakta integritas itu menyebut tentang Rizieq Shihab. Prabowo menyanggupi bakal melakukan rehabilitasi, menjamin kepulangan, dan memulihkan hak-hak Rizieq Shihab sebagai WNI, jika terpilih sebagai presiden.

Baca juga:

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.