Share This

Penelitian: Mikroplastik Menyebar Melalui Serangga Terbang

Plastik itu dapat tetap berada di dalam tubuh nyamuk tersebut sampai dewasa. Jika nyamuk dewasa dimakan oleh hewan lain, maka mikroplastik akan ikut berpindah ke dalam tubuh hewan tersebut.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 21 Sep 2018 12:08 WIB

Ilustrasi (Foto: Marvin Recinos | AFP | Getty Images)

KBR - Sebuah penelitian mengungkapkan plastik sudah mencemari langit dan lautan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biologi Surat Royal Society pada Rabu (19/9/2018) menemukan nyamuk muda memakan potongan kecil plastik (mikroplastik). Saat larva nyamuk memakan mikroplastik, plastik itu dapat tetap berada di dalam tubuh nyamuk tersebut sampai dewasa.

Dan jika nyamuk dewasa dimakan oleh hewan lain, maka mikroplastik juga ikut berpindah ke dalam tubuh hewan tersebut. Dilansir dari CNBC (20/9/2018), para peneliti di Inggris yang melakukan studi mereka di laboratorium,mengatakan bahwa plastik bisa naik ke rantai makanan.

"Ini adalah kenyataan mengejutkan bahwa plastik mencemari hampir setiap sudut lingkungan dan ekosistemnya," kata Prof Amanda Callaghan, di Universitas Reading, Inggris, yang memimpin penelitian baru pada nyamuk dilansir dari guardian (19/9/2018).

Callaghan mengatakan, larva merupakan pengumpan filter yang tidak dapat membedakan antara makanan dan plastik. Larva memakan alga, yang ukurannya kurang lebih sama dengan mikroplastik

Larva lama-lama akan berkembang sebagai nyamuk dewasa dan masih memiliki mikroplastik yang signifikan di dalamnya.

Callaghan mengatakan, ‘sangat mungkin’ bahwa serangga terbang lainnya yang dilahirkan sebagai larva air juga akan makan dan menyimpan mikroplastik.

Burung, kelelawar, dan laba-laba adalah spesies yang memakan serangga dalam jumlah besar. Hal ini menunjukan bahwa mereka juga berpotensi terkontaminasi mikroplastik.

“Benar-benar menyedihkan. Plastik-plastik ini akan ada selamanya,” ungkap Callaghan.

Matt Shardlow, chief executive dari badan amal konservasi Buglife, mengatakan, serangga air berada di garis depan mikroplastik.

“Kita memancarkan milyaran serat plastik setiap tahun, banyak di antaranya mengalir langsung ke sungai, sehingga ada kebutuhan mendesak untuk lebih banyak penelitian tentang peran mikroplastik yang mungkin bermain dalam penurunan yang diamati dalam kehidupan akuatik,” ujar Shardlow.

Penelitian juga menemukan bahwa mikroplastik yang berada di banyak makhluk laut telah terbukti merusak kesehatan hewan.

Penelitian di sungai Welsh menemukan mikroplastik pada larva, baik di hulu maupun di hilir dari instalasi pengolahan air limbah, yang menunjukkan bahwa polusi plastik memasuki sungai secara langsung, tidak hanya melalui limbah.

Sudah diterima secara luas bahwa manusia juga mengonsumsi mikroplastik. Manusia makan makanan laut seperti kerang, sementara bir, gula, dan garam laut semuanya ditemukan mengandung mikroplastik.

Paparan ini kemungkinan akan meningkat, karena produksi plastik diperkirakan akan meningkat sebesar 40% dalam dekade berikutnya. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk melakukan penelitian mendesak pada dampak mikroplastik terhadap manusia.

Mikroplastik umum ditemukan di saluran air di seluruh dunia. Bahkan mikroplastik juga ditemukan di es kutub. Dalam upaya mengurangi mikroplastik, beberapa negara termasuk AS dan Inggris, telah melarang penggunaan microbeads yang ditemukan di pasta gigi, scrub wajah, dan gel mandi.(Mlk)
















 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.