Share This

Pencairan Dana Rehabilitasi Lombok Macet, Jokowi: Masih Ada Proses Lagi

Jokowi telah memerintahkan Pemda, BNPB, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mengebut rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan akibat gempa Lombok.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 19 Sep 2018 13:21 WIB

Presiden Joko Widodo kunjungi korban gempa Lombok. Foto: Antara/Ahmad Subaidi

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengakui dana rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat gempa di Lombok, yang telah ia bagikan, tak bisa langsung dicarikan.

Jokowi mengatakan, masih ada proses lagi yang sedang diurus oleh Pemda atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski begitu, ia juga mengaku tak memahami proses teknis pencairan dana rehabilitasi, yang kini tengah berjalan. 

"Ini kan step-nya satu per satu. Kalau ada yang siap, sudah diverifikasikan, tentu saja akan diberikan. Kalau belum kan proses lapangan, ada verifikasi, nanti diberikan lagi. Kan prosesnya seperti itu. Ada proses dong, masak nih, nih, nih, nih, begitu? Ada prosedurnya," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (19/09/2018).

Jokowi telah memerintahkan Pemda, BNPB, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mengebut rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan akibat gempa Lombok.

Ia menargetkan agar rumah warga telah terbangun, sebelum memasuki musim penghujan. Namun, ia mengakui masih ada beberapa proses lagi untuk mencairkan dana rehabilitasi rumah warga.

Sebelumnya, beberapa warga korban gempa di Lombok mengaku tak bisa mencairkan dana bantuan yang sejak bulan lalu dibagikan Jokowi. Dana bantuan itu sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak parah, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan.

Meski sudah tertera nominal bantuan pada buku rekening, pencairan dana tak bisa dilakukan, lantaran petunjuk teknis dan petunjuk pelaksananya belum terbit. Selain itu, tenaga fasilitator yang akan mendampingi rekonstruksi rumah warga belum direkrut.

Warga Kabupaten Lombok Utara, Edi Junaidi mendapat bantuan 50 juta Rupiah karena rumahnya tergolong rusak berat. Hanya saja, kata dia,  dana yang sudah ditransfer masih tertahan dan belum bisa dicairkan.

“Belum pasti katanya, kemarin saat pembagian itu. Sekarang masih menunggu pengumuman dari pemerintah. Saya dapat dana 50 juta melalui rekening BRI. Biasanya menunggu informasi dari pak Kades, Kadus baru ke warga begitu," kata Edi di Lombok Utara, Selasa (18/09/18)

Warga korban gempa lainnya di Lombok Utara, Jimi malah belum menerima rekening bantuan rehab rumah tersebut. Di Dusun Karang Kates, Kecamatan Gangga, baru 90 warga yang menerima buku tabungan pada pemberian tahap pertama.

Jimi berharap, proses pembangunan rumah bagi korban gempa segera dilakukan mengingat musim hujan sudah mulai masuk. Lombok Utara merupakan daerah yang paling parah terdampak gempa. Jumlah rumah warga yang rusak mencapai 38 ribu unit, dan 101 ribu warga mengungsi. 

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.