Share This

Paus Fransiskus Pecat Pendeta Chili Terkait Pelecehan Seksual

Keuskupan Agung Santiago dikutip dari harian lokal El Mercurio mengatakan, Paus memutuskan untuk memecat Pendeta Cristian Precht.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 17 Sep 2018 13:23 WIB

Foto: REUTERS/Tony Gentile

KBR - Keuskupan Agung Santiago seperti dikutip dari harian lokal El Mercurio menyatakan, Paus Fransiskus memutuskan untuk memecat Pendeta Cristian Precht. 


Dilansir dari Reuters, Minggu (16/9/2018), Precht adalah bekas kepala kelompok hak asasi manusia Vikariat Solidaritas Gereja, yang pada 1980-an telah menantang eks penguasa Augusto Pinochet untuk mengakhiri praktik penyiksaan di Chili.


Pemimpin keagamaan Chili yang terkenal itu telah dituduh melakukan pelecehan seksual sebagai bagian dari penyelidikan atas tuduhan terhadap anggota komunitas keagamaan Marist Brothers. Precht sebelumnya telah membantah tuduhan itu.


Keputusan Paus Fransiskus datang ketika polisi Chili menyelidiki kantor-kantor gereja di seluruh negara Andes dalam pencarian kasus-kasus baru pelecehan seksual atau bukti bahwa pejabat gereja menutupi pelecehan dari pihak berwenang.


Gereja Katolik di seluruh dunia terguncang atas krisis  pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang merusak kepercayaan diri Gereja di Chili, juga di Amerika Serikat, Australia, Irlandia, dan di tempat lain.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.