Share This

Nasdem Laporkan Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya

Nasdem melaporkan bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama dan fitnah.

NASIONAL

Senin, 17 Sep 2018 20:58 WIB

Rizky Fauzan
Author

Rizky Fauzan

Ketua DPP Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo (kiri) didampingi Ketua Badan Advokasi Hukum Taufik Basari (kanan) dan Kuasa Hukum Herman Taslim (tengah) menunjukkan surat bukti tanda lapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/9). (Foto: ANTARA/ Kahfie K)

KBR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) melaporkan bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya. Rizal Ramli dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

Ketua DPP Nasdem, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pernyataan Rizal Ramli di salah satu stasiun televisi terkait impor dianggap menyudutkan Surya Paloh. Karenanya dengan laporan tersebut, ia berharap masyarakat bisa lebih bijak menyampaikan pendapat di depan publik.

"Bahwa RR (Rizal Ramli) itu memberikan pernyataan yang sangat vulgar dan keras bahkan mengandung unsur fitnah di dua momen acara televisi di TVOne dan Kompas TV," kata Yasin di Jakarta, Senin (17/9/2018).

"Membangun sebuah persepsi publik bahwa Surya Paloh terlibat masalah impor dari kebijakan pemerintah. Yang kedua adalah bahwa Surya Paloh memiliki power yang cukup menekan terhadap Jokowi seorang presiden. Kata-kata yang vulgar atau tidak pantas diucapkan, sebagai seorang elite reputasi nasional dikenal publik," lanjut politikus Nasdem, Syahrul Yasin Limpo.

Ia pun yakin pelaporan Rizal Ramli ke polisi sudah memenuhi delik hukum. Kata dia, Nasdem sebelumnya telah melayangkan somasi kepada Rizal Ramli namun tak ditanggapi.

Baca juga:

Kasus ini bermula dari pernyataan Rizal yang menyebut kebijakan impor pangan di tangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjadi penyebab melemahnya nilai tukar Rupiah. Ia menuding politikus Partai Nasdem itu sengaja melebihkan besaran impor sejumlah komoditas seperti beras dan garam.

Namun, menurut Rizal, Presiden Joko Widodo tak menegur Enggar lantaran mendapat tekanan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Saat itu, sekitar pekan kedua September lalu, Rizal Ramli menolak permintaan wawancara dari KBR. Melalui pesan singkat, Rizal hanya mengatakan, belum menerima dan membaca somasi Partai Nasdem. Kata dia, pada waktunya akan direspons. 



Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.