Share This

Najib Razak Didakwa 25 Tuduhan atas Pencucian Uang dan Penyalahgunaan Kekuasaan

"Dengan semua tuduhan terhadap saya akan menjadi kesempatan bagi saya untuk membersihkan nama saya, bahwa saya bukan pencuri," kata mantan perdana menteri Malaysia itu.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 21 Sep 2018 15:29 WIB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersiap untuk berbicara kepada wartawan ketika ia meninggalkan pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia 20 September 2018 (Foto: Reuters)

KBR - Jaksa Malaysia mendakwa mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dengan 21 tuduhan pencucian uang dan 4 tuduhan penyalahgunaan kekuasaan atas ratusan juta dolar yang diterima di rekening bank pribadinya pada Kamis (20/9/2018) waktu setempat.

Dengan dakwaan tersebut, Najib kini menghadapi total 32 dakwaan atas dana yang hilang terkait dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB), dana negara yang ia dirikan dan diketuai.

"Dengan semua tuduhan terhadap saya akan menjadi kesempatan bagi saya untuk membersihkan nama saya, bahwa saya bukan pencuri," katanya kepada wartawan di luar pengadilan dilansir dari Asiaone (21/9/2018).

Jaksan penuntut mengatakan selama 2011 hingga 2014, Najib menggunakan posisinya sebagai perdana menteri, menteri keuangan, dan ketua 1MDB untuk mendapatkan dana sebesar kurang lebih 2,3 miliar ringgit alias hampir 8,3 triliun rupiah.

Dilansir dari Asiaone, Najib membantah melakukan kesalahan. Ia mengatakan bahwa dana tersebut adalah sumbangan dari keluarga kerajaan Saudi.

Tuduhan pencucian uang ini menggambarkan bagaimana Najib menerima 2,1 miliar ringgit dari Tanore Finance Corp, yang menurut otoritas Amerika Serikat katakan telah digunakan untuk menyedot uang dari 1MDB.

Najib dibebaskan setelah hakim menetapkan uang jaminan sebesar 3,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar 12,5 miliar rupiah yang akan dibayarkan pada 28 September.

“Ini adalah kasus yang melibatkan seorang yang memegang jabatan tertinggi. Menghadapi tuduhan serius seperti itu, dia harus menghadapi beberapa konsekuensi di mata pengadilan, ”kata jaksa agung Gopal Sri Ram dikutip dari businessinsider (21/9/2018).

Editor: Citra Dyah Prastuti  


 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.