Share This

Mengenal RISHA, Produk Rumah Tahan Gempa

Hanya sekitar 50 juta per unit untuk tipe 36 dan sudah lengkap dengan kamar mandi.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 05 Sep 2018 14:09 WIB

Contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)

KBR, Jakarta - Masih kuat dalam ingatan bagaimana gempa meluluhlantakkan kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kini upaya pemulihan terus dilakukan, termasuk membangun kembali rumah-rumah warga dan fasilitas publik yang hancur.

Presiden Joko Widodo belum lama ini mengunjungi kawasan terdampak gempa di NTB. Jokowi menyerahkan lebih dari lima ribu buku rekening kepada korban gempa.

Melalui buku tabungan itu, nantinya dana rehabilitasi rumah akan dikirim ke rekening penerima bantuan. Presiden berjanji akan bergerak cepat agar 71 ribu warga bisa segera mendapat bantuan.

Jokowi mengingatkan agar rumah warga dibangun dengan konsep rumah tahan gempa, mengingat wilayah Provinsi NTB berada di garis rings of fire atau lingkaran cincin api.

Kementerian PUPR akan membangun RISHA alias Rumah Instan Sederhana Sehat yang diklaim tahan gempa hingga 8 Skala Richter.

RISHA merupakan rumah layak huni dan terjangkau yang dibangun secara bertahap berdasarkan modul, dengan waktu yang diperlukan dalam proses pembangunan setiap modul sekitar 24 jam oleh 3 pekerja.

Karena ukuran komponen mengacu pada ukuran modular maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam bahan bangunan.

Semua kalangan bisa memiliki RISHA karena bangunan ini bisa dijadikan rumah dan bangunan publik. Pemerintah tidak menjual rumah ini, sehingga jika warga ingin memiliki RISHA bisa menghubungi aplikator. 

Aplikator itu nanti yang bisa mengembangkan atau yang membuat RISHA dari panel-panel yang ada. Aplikator akan membantu atau merekomendasikan modul atau panel untuk RISHA. Aplikator harus memperoleh sertifikasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perumahan dan Permukiman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kita di pemerintah tidak menjual, sehingga kalau ada yang berminat untuk membeli ya melalui aplikator," kata Mochamad Mulya Permana, Kepala Balai Bidang Penerapan Teknologi Permukiman di acara KBRPagi, Rabu (5/9/2018).


Rumah tahan gempa model RISHA hanya membutuhkan biaya sekitar Rp50 juta per unit untuk tipe 36 dan sudah lengkap dengan kamar mandi.

"Itu angka 50 juta tidak resmi ya. Artinya kalau kita berhitung, itu yang dijual kan rangka panel. Rangka panel itu yang menjadi struktur utama rumah RISHA. Yang menjadi nilai RISHA itu strukturnya. Sedangkan komponen lainnya itu, yang membedakan harga-harganya adalah aksesorisnya. Ada komponen dinding, lantai, pintu, kusen dan sebagainya. Bahan-bahan itu kan berbeda," kata Mochamad Mulya.

RISHA menggunakan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Maka pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat.

Setelah melalui proses pengembangan sejak 2004, rumah ini diklaim memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kementerian PUPR mengklaim hingga kini RISHA telah dibangun di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.