Share This

Krisis Air Bersih Landa Puluhan Desa di Purbalingga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat krisis air bersih di kabupaten tersebut, meluas.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 18 Sep 2018 19:26 WIB

Personel BPBD Purbalingga tengah mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga di wilayah terdampak kekeringan. (Foto: KBR/Nurhikmah)

KBR, Purbalingga - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat krisis air bersih di kabupaten tersebut, meluas. Hampir seluruh kecamatan di Purbalingga, Jawa Tengah itu dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Untuk sementara ini ada 57 desa di 13 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni mengatakan, lembaganya telah mendistribusikan 1.571 tangki bantuan air besih ke puluhan desa tersebut. Jumlah itu sudah melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Purbalingga 2018 yang hanya menganggarkan 1.000 tangki bantuan air bersih.

Muhsoni mengatakan, BPBD Provinsi Jawa Tengah telah memberi bantuan 400 tangki bantuan air bersih. Namun, jumlah itu belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak kekeringan.

"Kondisi riil lapangan sudah banyak sumur yang mengalami kekeringan. Prakiraan dari stasiun klimatologi Semarang, Purbalingga akan memasuki musim penghujan pada Oktober. Menyikapi ini, BPBD masih merencanakan memberikan bantuan air bersih sampai dengan Oktober," kata Muhsoni kepada KBR, Selasa (18/9/2018).

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bakeuda, dalam hal ini selaku penyandang dana. Artinya seberapapun kepentingan akan kebutuhan masyarakat harus tercukupi di samping kami juga meminta bantuan BPBD Provinsi Jawa Tengah," tambah Muhsoni.

Ia menerangkan, proses distribusi air bersih terkendala minimnya personel BPBD Purbalingga. Selain itu, lokasi pengambilan air pun cukup jauh dari lokasi terdampak kekeringan. Oleh sebab itu, BPBD bekerjasama dengan PDAM Purbalingga untuk mendistribusikan bantuan air bersih.

Namun menurut Muhsoni, proses distribusi bantuan air bersih kini belum efektif dan efisien. Tidak jarang pembagian air dilakukan hingga pukul 22.00 WIB. Ia mengatakan, hal ini terjadi lantaran tak ada penampungan air sementara di daerah yang mengalami kekeringan.

Baca juga:

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.