Share This

Ketua PBNU: Terima Prabowo sebagai Tamu Bukan Berarti Sikap Politik NU

"Siapapun yang datang bertamu ke PBNU saya terima, saya hormati. Yahudi pun saya terima." kata Said Aqil.

, NASIONAL

Rabu, 12 Sep 2018 22:33 WIB

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj berdoa seusai memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). (Foto: ANTARA/ Hafidz M)

KBR, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU ), Said Aqil Siroj membebaskan para pengikut organisasinya dalam menentukan Capres dan Cawapres pilihan pada Pilpres 2019. Ia kembali menjelaskan, NU bukan seperti partai politik. Sehingga tak pantas bila menyampaikan dukungan resmi ke salah satu pasangan calon.

Said pun menerangkan, diterimanya bakal calon presiden Prabowo Subianto  saat bertamu di NU Jawa Timur bukan lantas menunjukkan sikap politik organisasinya.

"Siapapun yang datang bertamu ke PBNU saya terima, saya hormati. Yahudi pun saya terima." kata Said Aqil di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Sebagai salah satu organisasi Islam besar di Indonesia, ia meyakinkan, NU tak bakal keluar dari tujuan sebagai organisasi sosial keagamaan tanpa intervensi politik.

"Kalau saya ya, NU itu sebenernya organisasi keagamaan kemasyarakatan bukan partai politik untuk dukung-mendukung. Adapun warga NU bebas memilih sesuai hati nurani masing-masing."

Dan menurut Aqil, bila ada kader NU yang menjadi anggota tim pemenangan salah satu calon, maka hal itu tidak bisa diartikan sebagai sikap organisasi. Ia megakui tak melarang anggotanya yang menyatakan dukungan secara pribadi ataupun jadi Timses salah satu pasangan kontestan Pilpres 2019.

Senada, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menyatakan organisasinya sama sekali tak mendeklarasikan dukungan resmi layaknya partai politik.

"Jadi kalau ditanya soal dukungan politik secara resmi, tentunya NU bukan partai politik. Tapi kalau dukungan informal, dalam suatu kegiatan bersifat kultural, warga NU cerdas memilih siapa pemimpinnya," kata Helmy.

Ia pun membantah penilaian yang menyebut NU telah mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Meskipun dia mengakui majunya Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi merupakan suatu kebanggaan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.