Share This

Kereta Cepat Cina-Hong Kong Mulai Beroperasi, Masih Ada Kontroversi

Proyek ini sempat menuai kontroversi karena dianggap melanggar kebebasan dan konstitusi mini Hong Kong lantaran pertama kalinya hukum pidana Cina bakal diberlakukan di wilayah tersebut.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 24 Sep 2018 17:16 WIB

Foto: REUTERS/Tyrone Siu

KBR - Kereta cepat yang menyambungkan wilayah Hong Kong dan Cina diluncurkan Minggu (24/9/2018) kemarin. Express Rail Link yang berkecepatan hingga 200 kilometer per jam (125 mph) ini sudah dapat dipakai oleh ratusan penumpang.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (23/9/2018), proyek senilai Rp163,5 triliun ini sempat menuai kontroversi karena dianggap melanggar kebebasan dan konstitusi mini Hong Kong. Pasalnya, hal ini merupakan pertama kalinya hukum pidana Cina akan diberlakukan di wilayah Hong Kong.

Hong Kong merupakan bekas koloni Inggris yang diserahkan kembali ke Cina pada 1997, di bawah perjanjian yang menyatakan bahwa negara tersebut memiliki otonomi tingkat tinggi. Kecuali dalam urusan luar negeri dan pertahanan, selama 50 tahun. Akibatnya, Hong Kong memiliki hukumnya sendiri, perlindungan untuk hak dan kebebasan tertentu. Sebagian besar hukum Cina tidak dapat diterapkan di Hong Kong.

Jalur kereta api baru ini akan menandai pertama kalinya para pejabat Cina dapat menegakkan hukum di Hong Kong, di beberapa bagian stasiun, dan di kereta api.

Dikabarkan oleh BBC, badan legislatif utama Cina menyatakan pengaturan itu tidak mengganggu otonomi Hong Kong. Namun, para ahli hukum dari Hong Kong Bar Association mengkritik pengaturan tersebut lantaran dianggap bertentangan dengan konstitusi mini Hong Kong.

Meski demikian, para penumpang memuji kereta itu karena perjalanan Hong Kong ke Cina bisa ditempuh kurang dari 20 menit.

"Dari 10 poin, saya memberikannya sembilan," kata Ng Kwan-lap (10) yang bepergian dengan orangtuanya menuju Shenzhen.

"Keretanya bagus. Sangat lancar ketika menyentuh kecepatan 200 kilometer per jam."

Seorang pensiunan, Leung (71) bersemangat untuk merasakan kereta berkecepatan tinggi ini dibanding naik pesawat. "Tidak peduli apa yang Anda pikirkan tentang jalur baru, rel kecepatan tinggi sangat nyaman," kata Feng Yan, asisten profesor di Universitas Komunikasi Cina di Beijing yang menaiki kereta dari Shenzhen ke Hong Kong.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.