Share This

Kementrian Tenaga Kerja Singapura Tangguhkan Lisensi Agen Penjualan PRT di Carausell

“MOM berkomitmen untuk melindungi kesejahteraan PRT di Singapura. Kami sangat mengutuk iklan layanan yang tidak bermartabat itu," kata Kevin Teoh, Komisaris Agen Tenaga Kerja Singapura.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 21 Sep 2018 12:57 WIB

Foto: Channel News Asia

KBR - Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) telah mencabut lisensi agen tenaga kerja SRC Recruitment yang memasang iklan ‘penjualan’ pembantu di situs Carousell.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (19/9/2018), MOM sedang menyelidiki SRC Recruitment untuk mengambil tindakan penuntutan atas pelanggaran di bawah Undang-Undang Agen Tenaga Kerja (EAA).

Penangguhan ini juga  berarti bahwa SRC Recruitment tidak akan bisa menyalurkan pekerja rumah tangga asing baru (fdw). Dilansir dari Channel News Asia, penangguhan akan tetap berlaku selama penyelidikan berlangsung.

“MOM berkomitmen untuk melindungi kesejahteraan PRT di Singapura. Kami sangat mengutuk iklan layanan yang tidak bermartabat itu," kata Kevin Teoh, Komisaris Agen Tenaga Kerja Singapura dilansir dari Channel News Asia (19/9/2018).

Ia menambahkan, kementrian akan melihat kasus ini dengan serius dan tidak akan ragu untuk menuntut agen tenaga kerja yang bersalah.

MOM pertama kali mengingatkan publik atas postingan di Carousell pada pekan lalu. Pengguna Carousell "maid.recruitment" telah memasang daftar yang menunjukkan nama dan usia beberapa pekerja rumah tangga dari Indonesia.

Carousell kemudian menanggapi dan mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi sekitar 50 daftar dan menghapusnya.

"Kementerian itu dengan tegas memperingatkan agen-agen tenaga kerja untuk tidak melakukan tindakan serupa yang akan merendahkan martabat pekerja rumah tangga asing yang bekerja di Singapura," ungkap MOM.

Tindakan SRC Recruitment juga mendapatkan teguran keras dari Menteri Tenaga Kerja Josephine Teo.

"Periklanan dan pemasaran PRT dengan cara yang tidak bermartabat benar-benar tidak dapat diterima. Saya sangat mengutuk tindakan itu," tulisnya di Facebook.

"Banyak dari mereka adalah anak perempuan seseorang, saudara perempuan dan bahkan ibu, yang dipasarkan dengan cara seperti itu.Kita harus memperlakukan mereka dengan hormat," katanya.(Mlk)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.