Share This

Ilmuwan Prancis Gunakan Tiram untuk Deteksi Polusi di Laut

Massabauau bersama ahli biologi, matematikawan, dan spesialis komputer mengembangkan metode untuk mengukur reaksi tiram terhadap paparan minyak dan gas alam dalam air.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 17 Sep 2018 21:22 WIB

Ilmuwan Prancis menyambungkan cangkang tiram dengan elektroda untuk melihat reaksi tiram terhadap kadar hidrokarbon. (Foto: Georges Gobet/AFP)

KBR - Sekelompok ilmuwan dari Prancis meneliti tiram di dekat anjungan minyak lepas pantai. Mereka menemukan bahwa tiram-tiram itu mampu mendeteksi hidrokarbon--yang merupakan senyawa pada minyak dalam air. Temuan itu diperkirakan bisa membantu para ilmuwan tersebut mendeteksi kebocoran infrastruktur di anjungan. Langkah itu ditempuh guna mencegah sebelum minyak tumpah dan mengancam lingkungan serta ekosistem laut.

Dilansir dari AFP, peneliti di lembaga riset Prancis CNRS, Jean-Charles Massabauau menerangkan kemampuan tiram dalam melakukan deteksi awal. "Tiram tidak melakukan apa-apa, kecuali memperhatikan suara di sekitarnya, serta variasi suhu dan cahaya," jelas dia.

Sejak 2011, Massabauau bersama ahli biologi, matematikawan, dan spesialis komputer mengembangkan metode untuk mengukur reaksi tiram terhadap paparan minyak dan gas alam di dalam air. Mereka menemukan, seberapa cepat cangkang tiram membuka dan menutup dapat menunjukkan kadar hidrokarbon dalam air.

Para ilmuwan menggunakan elektroda yang ditempelkan ke cangkang tiram untuk melihat, seberapa cepat cangkang tiram membuka dan menutup. Semakin cepat cangkang membuka maka menunjukkan tiram kian tertekan. Artinya, mereka mendeteksi adanya hidrokarbon dalam air.

Penelitian ini juga bekerja sama dengan perusahaan energi raksasa Total, yang menginvestasikan sekitar Rp30 miliar untuk proyek ini. Dalam kerja sama tersebut, Total berkomitmen untuk memperbaiki risiko polusi di laut akibat potensi kebocoran minyak.

Selain dilakukan di Teluk Arcachon di Prancis Barat Daya, observasi ini juga sudah dicoba di Laut Barents di perbatasan Norwegia dan Rusia. Termasuk di kanal yang dibangun untuk fasilitas penelitian di luar Pau di Prancis Barat Daya. Selain itu, uji coba selama 14 bulan juga telah dilakukan di ladang minyak Abu Al Bukhoosh di lepas pantai Abu Dhabi dengan melibatkan tiram mutiara. Total kini merencanakan proyek serupa untuk Blok Al Khalij di lepas pantai Qatar.

Menurut Massabauau, tiram merupakan sampel yang sempurna dan dapat dipercaya. Sebab, tiram punya kemampuan langsung bereaksi ketika mendeteksi kadar minyak dalam air yang disaring, "Tiram dapat memberi tahu kami banyak hal," kata dia.

Para ilmuwan berharap penemuan tersebut dapat memberikan peringatan dini tentang polusi di laut. Terutama akibat kebocoran minyak. "Karena masalah saya adalah bagaimana membersihkan laut, dan juga perusahaan," tutup Massabauau.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.