Share This

Djoko Santoso Klaim Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Djoko Santoso mengatakan, keputusan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menetapkan Erick Thohir sebagai ketua tim pemenangan tidak mengubah kesepakatan partai koalisi Prabowo-Sandi.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 07 Sep 2018 21:35 WIB

Bakal calon pasangan Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi wakilnya Sandiaga Uno ( kanan) saat deklarasi di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8). (Foto: ANTARA/ Sigid K)

KBR, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Djoko Santoso mengklaim partai politik koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat menunjuknya sebagai ketua tim pemenangan pada Pilpres 2019.

Djoko mengatakan, keputusan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menetapkan Erick Thohir sebagai ketua tim pemenangan tidak mengubah kesepakatan partai koalisi Prabowo-Sandi.

"Sudah siap Insyallah, tinggal ditulis saja," kata Djoko usai rapat di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jumat (7/9/2018).

Namun Bekas Panglima TNI itu belum bisa memastikan kapan partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi mengumumkan secara resmi dirinya sebagai ketua tim pemenangan. Ia mengatakan, pengumuman resmi rencananya dilaksanakan 20 September 2018.

Keputusan partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi menunjuk Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan dibenarkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Ketua MPR itu mengatakan, partai koalisi tidak ada yang keberatan dengan penunjukan Djoko Santoso menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

"Pak Djoko, semua tidak ada yang keberatan," kata Zulkifli di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara.

Zulkifli juga tak bisa memastikan kapan struktur tim pemenangan Prabowo-Sandi diumumkan secara resmi. Hanya saja ia mengatakan, partai koalisi tak ingin terburu-buru mengumumkan.

Baca juga:

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.