Share This

Jokowi Sarankan Perindo Gunakan Jurus 'Berdagang' Menangkan Pemilu 2019

Bakal calon presiden pertahana Joko Widodo menyarankan Partai Perindo yang, tergabung dalam koalisinya untuk memenangkan Pemilu 2019 dengan jurus berdagang.

BERITA , NASIONAL

Senin, 17 Sep 2018 22:59 WIB

Joko Widodo saat memberi pembekalan bagi calon anggota legislatif dari Partai Perindo di Jakarta, Senin (17/9). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Bakal calon presiden pertahana Joko Widodo  menyarankan Partai Perindo yang, tergabung dalam koalisinya untuk memenangkan Pemilu 2019  dengan jurus berdagang. Di hadapan para kader Partai Perindo, Jokowi pun menyampaikan pandangannya soal persamaan prinsip antara berkampanye politik dan berdagang. Meliputi, penentuan target pemilih yang spesifik dan penyusunan metode kampanye yang unik dibanding partai lain.

"Dari pengalaman saya berjualan produk, saya lihat-lihat jualan produk dan politik itu mirip-mirip. Caranya mirip-mirip, harus ada diferensiasi, harus ada domain branding, semuanya," tutur Jokowi saat pembekalan ke para caleg Perindo untuk Pemilu 2019, di Gedung Inews, Jakarta, Senin (17/9/2018). 

"Saya kira Bapak-Ibu semuanya sudah mengerti di luar kepala. Inilah yang saya bawa dari marketing produk ke marketing politik," lanjut Jokowi.

Ia melanjutkan, partai harus memiliki beragam strategi untuk memenangkan Pileg dan Pilpres yang digelar bersamaan, untuk pertama kalinya.

Saat ini menurut Jokowi, muncul konsep berdagang yang populer. Yakni melalui micro-targeting, micro-campaign, dan canvassing. Tapi ia mengklaim strategi berdagang itu telah ia gunakan saat kampanye untuk Pemilihan Walikota Solo, 14 tahun lalu. Jokowi menyebut dirinya telah menggunakan prinsip 'berdagang' dalam berkampanye jauh sebelum teori itu kini kerap digaungkan. Kata dia, tak ada orang yang mengenalnya sebelum 2004, tapi ternyata mampu memenangkan Pilwalkot.

Jokowi berujar, Perindo dan partai lain di koalisinya bisa mulai memikirkan strategi paling efektif untuk menghimpun suara pada Pemilu 2019. Apalagi, pekerjaan partai kian berat karena harus memenangkannya sebagai presiden dan calegnya sekaligus. Kepada para caleg, Jokowi pun meminta agar tak segan mendekati dan menemui pemilihnya secara langsung guna mempromosikan visi-misi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.