1 dari 20 Orang di Dunia Meninggal Karena Alkohol

Kematian akibat alkohol sebagian besar dikaitkan dengan kecelakaan mobil atau bunuh diri (29%)

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 25 Sep 2018 13:58 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

1 dari 20 Orang di Dunia Meninggal Karena Alkohol

Ilustrasi (Foto: Peter Nicholls/Reuters)

KBR - Data terbaru yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan 1 dari 20 orang di dunia setiap tahunnya meninggal karena alkohol.

Dari semua kematian terkait alkohol pada 2016 tersebut, 75% dari mereka adalah laki-laki.

Kematian akibat alkohol sebagian besar dikaitkan dengan kecelakaan mobil atau bunuh diri (29%). Dilansir dari Bustle, persentase sisanya dikaitkan dengan gangguan pencernaan (21%), penyakit kardiovaskular(19%), penyakit meular, kanker, penyakit mental, dan lain sebagainya.

Sementara dilansir dari The Guardian pada Jumat (21/9/2018), Vladimir Poznyak, seorang ahli pengendalian alkohol WHO, mengatakan penggunaan alkohol di banyak negara ditemukan jauh sebelum mereka berusia 15 tahun.

"Jadi itulah mengapa kami dapat mengatakan bahwa perkiraan kami cukup konservatif karena kami tidak menghitung semua dampak konsumsi alkohol pada anak-anak di bawah 15 tahun," ujar Vladimir Poznyak.

Dikutip dari Bustle, data tersebut didapatkan saat laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan obat-obatan, alkohol, dan bunuh diri yang mengakibatkan penurunan harapan hidup di Amerika Serikat. Menurut laporan CDC, lebih banyak orang Amerika yang sekarat karena penyalahgunaan zat, penyakit hati kronis, dan bunuh diri dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Diwartakan The Guardian, secara global, alkohol dikonsumsi sekitar 2,3 juta orang, dengan 45% mengkonsumsi minuman keras, 34% bir, dan 12 % anggur.

Para peneliti menyarankan perlu lebih banyak intervensi pemerintah untuk mengurangi dampak buruk konsumsi alkohol bagi kesehatan masyarakat.

"Pemerintah perlu  memenuhi target global dan mengurangi beban alkohol pada masyarakat. Ini jelas, dan tindakan ini tidak ada atau tidak cukup di sebagian besar negara di dunia," kata Poznyak.



Editor: Nurika Manan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror