Share This

LBH Jakarta Diserang, Polda Metro Bakal Periksa Pimpinan Ormas

"Karena yang datang tidak mengenakan atribut maka kami perlu identifikasi. Kami perlu penyelidikan dan pendalaman. Apakah itu disuruh atau tidak," kata Argo kepada KBR, Senin (18/9/2017).

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 19 Sep 2017 11:53 WIB

Aparat berjaga di depan Kantor LBH Jakarta ketika puluhan orang mengepung dan menuntut penutupan kantor LBH Jakarta, Minggu (17/9/2017). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bakal mendalami keterlibatan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam peristiwa pengepungan dan penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. 

Penyerangan itu terjadi pada Minggu (18/9/2017) malam lalu. Dari orasi massa, mereka mengaku setidaknya berasal dari ormas FPI, Bang Japar dan Bamus Betawi.

Juru bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan penyelidik Polda masih menggali keterangan dari 22 orang yang sebelumnya ditangkap usai penyerangan. 

Pemeriksaan terhadap 22 orang itu untuk mencari tahu kemungkinan adanya instruksi dari pimpinan ormas untuk meng-geruduk acara Seminar Pelurusan Sejarah 65 di LBH Jakarta. 

"Karena yang datang tidak mengenakan atribut maka kami perlu identifikasi. Kami perlu penyelidikan dan pendalaman. Apakah itu disuruh atau tidak," kata Argo kepada KBR, Senin (18/9/2017).

Saat ini pemeriksaan terhadap 22 orang yang ditangkap masih berlangsung. Jika dibutuhkan, kata Argo, penyelidik juga bakal meminta keterangan para pemimpin ormas yang anggotanya ikut dalam penyerangan itu.

Pengepungan kantor LBH Jakarta pada Minggu malam berakhir ricuh setelah massa menolak dibubarkan polisi. Massa melemparka berbagai benda seperti batu, botol plastik maupun botol kaca ke aparat keamanan dan kantor LBH Jakarta. 

Sejumlah aparat kepolisian terluka dalam penyerangan itu.

"Ada lima orang dirawat di rumah sakit, sedangkan yang rawat jalan sekitar 15 orang. Kendaraan polisi juga dirusak massa yaitu dua unit bus dan empat unit truk. Lalu ada dua pos polisi juga jadi sasaran perusakan," kata Argo Yuwono. 

Massa dari sejumlah ormas mengepung kantor LBH Jakarta pada Minggu malam, usai lembaga tersebut menggelar aksi "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi". Aksi LBH Jakarta itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas dibubarkannya kegiatan Seminar Pelurusan Sejarah 65 pada Sabtu (16/9/2017) sehari sebelumnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.