Satgas Tinombala Tangkap Buronan Penting Kasus Terorisme

"Jam 9 kita temukan mayat dipinggir kali poso pesisir dan jam 10 basri ketangkap. Mayat atas nama Andika asal Bima, dia salah satu DPO,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 14 Sep 2016 12:56 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Satgas Tinombala Tangkap Buronan Penting Kasus Terorisme

Pekerja menguburkan jenazah warga Cina, Ibrohim, DPO Teroris Poso yang ditembak mati Satgas Operasi Tinombala di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/8). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menangkap tersangka daftar pencarian orang (DPO) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Kepala Kepolisian   Sulawesi Tengah, Rudy Sufahriadi mengatakan, dua buronan tersebut bernama Basri yang tertangkap hidup dan Andika yang tewas tertembak.

"Jam 9 kita temukan mayat di pinggir kali poso pesisir dan jam 10 Basri ketangkap. Mayat atas nama Andika asal Bima, dia salah satu DPO," kata Rudy di Komplek PTIK, Rabu (14/09/16).

Rudy menuturkan, Basri dipersiapkan untuk menggantikan pemimpin MIT Santoso yang sudah tewas sebelumnya. Dengan penangkapan ini, buronan dan DPO yang tersisa tinggal 13 orang. Itu termasuk Ali Kalora yang diduga juga punya peran sentral.

"Sekarang pasukan sedang mengejar di mana istri Basri dan anggota kelompok lainnya," jelas Rudy.

Operasi Tinombala  dimulai Januari 2016 lalu. Operasi ini merupakan operasi gabungan TNI dan Polri untuk mengejar kelompok teroris MIT dan jaringannya. Sebelumnya telah dilaksakan operasi serupa bernama Camar Maleo. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Indahnya Keberagaman di Kota Paling Toleran Salatiga

Kabar Baru Jam 7

Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme

Kabar Baru Jam 8