Pemerintah Targetkan Koperasi Bisa Salurkan Kredit Usaha Tahun ini

"Banyak yang kami ajukan. Jadi sedang, mana koperasi yang bisa sebagai penyalur KUR. Mungkin tahun ini bisa satu atau dua dulu,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 16 Sep 2016 13:28 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Targetkan Koperasi Bisa Salurkan Kredit Usaha Tahun ini

Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga. (Foto: KBR)

KBR, Jakarta- Pemerintah menargetkan koperasi bisa turut menyaluran kredit usaha rakyat (KUR) tahun ini. Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, saat ini Komite Kebijakan masih menyisir koperasi yang dianggap siap menyalurkan KUR.

Kata Puspayoga, pemerintah juga sudah memiliki kriteria dalam penentuan koperasi penyalur KUR itu.

"Dari kepentingan Kementerian Koperasi, bagaimana koperasi itu bisa ikut sebagai penyalur KUR. Tadi sudah disepakati oleh Komite Kebijakan, koperasi bisa sebagai penyalur KUR. Sedang dikaji, mudah-mudahan dalam hitungan bulan. Kan banyak yang kami ajukan. Jadi sedang, mana koperasi yang bisa sebagai penyalur KUR. Mungkin tahun ini bisa satu atau dua dulu," kata Puspayoga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/09/16).

Puspayoga mengatakan, koperasi merupakan lembaga yang dekat dengan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sehingga, kata dia, penyaluran KUR melalui koperasi akan lebih tepat sasaran.

Puspayoga memperkirakan, penyaluran KUR oleh UMKM masih dalam kajian. Kata dia, Komite Kebijakan masih mengkaji koperasi yang dianggap siap, serta besaran dana yang akan dikucurkan. Sebagai payung hukum, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution akan meminta revisi peraturan menteri keuangan (Permenko) tentang penyalur dana KUR.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah ditugaskan untuk mengkaji koperasi yang diusulkan menyalurkan KUR.

"Tadi OJK sudah diminta untuk melihat koperasi, biasalah kalau sebagai suatu lembaga, kalau sakit seperti apa, dan kalau sehat itu seperti apa. Jadi ada kriteria untuk koperasi yang sehat. Dari kaca mata Kemenkeu, bahwa itu harus untuk usaha yang produktif, tidak boleh untuk konsumsi. Tadi Pak Menko sudah menyetujui, tetapi Kementerian Keuangan memperbolehkan tapi dengan catatan. Jadi ada filternya, pinjam itu untuk pinjam yang produktif," kata Mardiasmo.

Tahun ini, pemerintah menambah jumlah penyalur KUR menjadi 19 bank dan 4 lembaga keuangan non-bank. Penambahan lembaga penyalur KUR itu untuk menyalurkan dana Rp 103,246 triliun, sejalan dengan target pemerintah sebesar 100 triliun.

Mayoritas penyalur KUR memang berasal dari bank badan usaha milik negara (BUMN). Bank-bank itu adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menyalurkan Rp 67,5 triliun, Bank Mandiri menyalurkan Rp 13 triliun, dan Bank Negara Indonesia menyalurkan Rp 11,5 triliun.

Ketiga bank BUMN itu berkontribusi menyalurkan KUR sebesar 70 persen dari target. Selebihnya berasal bank swasta seperti BCA, Bank bukopin, Bank Mega, dan BTPN. Ada pula bank daerah seperti Bank Kalbar, Bank NTT, Bank Jateng, Bank Sulselbar, Bank Sumut, dan Bank Jogja.

Sebelumnya Menko Darmin Nasution mengumpulkan tiga kementerian dan perbankan untuk mengevaluasi kredit usaha rakyat (KUR) yang dikucurkan pemerintah tahun ini. Darmin mengatakan, pertemuan itu sekaligus untuk mempersiapkan KUR untuk tahun depan.

Pertemuan  dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Ketua Umum Himpunan Bank-bank Milik Negara Asmawi Syam.

"Review saja. Review saja, review tentang KUR, dan diskusi persiapan tahun depan. Tapi intinya review saja," kata Darmin di kantornya, Jumat (16/09/16).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kisah Perempuan Listrik asal Semarang yang Mendunia

Kabar Baru Jam 8

Menilik Gerakan Digital Warganet Sepanjang 2020

Kabar Baru Jam 10